News  

Apple Disebut Mau Pakai Layar Buatan Sendiri Untuk Watch Dan IPhone Di Unsyiahpress

Apple dikabarkan akan mulai mengganti layar untuk perangkat seluler seperti iPhone dan Apple Watch mereka, dengan layar buatan sendiri mulai tahun 2024.

Pemberitaan dari unsyiahpress.id menyebut,perusahaan akan memulainya dengan Apple Watch kelas atas di akhir 2024, dan bakal mengganti layar OLED perangkat terkini dengan teknologi microLED sendiri.

Seperti dikutip dari Engadget, Kamis (12/1/2023), Bloomberg juga menyebut teknologi layar buatan Apple ini akan dihadirkan ke perangkat lainnya termasuk iPhone.

Kabarnya, layar ini akan lebih cerah dengan warna lebih hidup, membuat tampilan jam dan konten lainnya seolah-olah dilukis di atas kaca, serta dapat dilihat lebih baik dari sudut tertentu.

Dikutip dari 9to5mac, sejauh ini, Apple bergantung pada mitra seperti Samsung atau LG, untuk layar iPhone, iPad, dan Apple Watch. Jelas, kabar ini menjadi “pukulan” besar buat para mitra tersebut.

Selain Samsung dan LG, Apple juga mendapatkan layar dari perusahaan seperti Japan Display, BOE Technology, dan Sharp.

Apple mulai disebut-sebut mengembangkan layarnya sendiri pada tahun 2018. Mereka awalnya bekerja untuk memperkenalkan teknologinya pada 2020, tapi terhambat oleh biaya dan tantangan teknis terkait pengembangan tersebut.

Kekhawatiran yang sama juga mencegah perusahaan untuk memasukkan display yang lebih besar ke dalam rencananya dan telah mendorongnya untuk fokus menjadikan Watch sebagai perangkat pertama dengan layar internal.

Terlepas dari penundaan dan potensi penundaan di masa depan, sumber Bloomberg menambahkan, Apple mungkin bisa saja menunda debut display ini hingga 2025.

Raksasa teknologi itu sendiri dilaporkan telah menghabiskan miliaran dolar untuk pengembangannya, dan sudah menguji layar baru pada pembaruaan Apple Watch Ultra.

Mereka juga menguji pembuatan layar di pabriknya di Santa Clara, California, meskipun pada akhirnya dapat mengalihdayakan produksi massal.

BACA JUGA  OJK Luncurkan Aplikasi Informasi BPR Dan BPRS, Apa Gunanya?

Apple memang sedang gencar-gencarnya untuk mengurangi ketergantungan dari perusahaan pihak ketiga. Mereka sebelumnya sudah putus dari Intel, dan memilih memakai chip buatannya sendiri untuk Mac di 2020.

Kabar burung ini juga diembuskan tak lama setelah muncul kabar bahwa Apple saat ini sedang mengembangkan sendiri chipset koneksi seluler, Wi-Fi, dan Bluetooth untuk perangkat mereka.

Dilansir laporan Bloomberg, Rabu (11/1/2023), Apple mengembangkan chipset untuk menggantikan chip Wi-Fi dan Bluetooth buatan Broadcom.

Laporan itu juga menyebutkan, chipset Apple ini akan mulai digunakan untuk berbagai perangkat perusahaan pada 2025 mendatang. Bloomberg juga melaporkan, Apple juga berupaya mengembangkan sendiri modem seluler untuk menggantikan buatan Qualcomm.

Informasi, Qualcomm sendiri baru-baru ini saat pengumuman laporan pendapatan Q4 2022 berharap untuk merengkuh sebagian besar modem 5G untuk iPhone 2023.

Seperti hardware buatan Apple lainnya, besar kemungkinan perusahaan bermarkas di Cupertino ini akan mulai pasang modem buatannya di satu produk.

Setelah itu, kemungkinan perusahaan bakal transisi sepenuhnya ke modem buatan mereka sendiri dengan rentang waktu tiga tahun selanjutnya.

Jika memang Apple benar bakal memproduksi masal chipset, ini menambah deretan chip kustom milik perusahaan saat ini.

Informasi, Apple mengakuisisi “mayoritas” bisnis modem ponsel pintar Intel pada tahun 2019. Nikkei melaporkan pada tahun 2021, Apple ingin menggunakan modem 5G miliknya sendiri mulai 2023.

Tetapi berdasarkan komentar terbaru Qualcomm, perusahaan rintisan Steve Jobs itu tidak akan beralih hingga tahun 2024.

Di sisi lain, penggemar Apple kemungkinan tak akan melihat peluncuraniPhone SE 2024. Demikian menurut analis Ming-Chi Kuo dari sumber dibidang rantai pasokan Apple.

Pada Jumat lalu, Kuo mengunggah tulisan di blognya yang menyebut Apple membatalkan produksi dan rencana pengapalaniPhone SE generasi keempat. Bulan lalu Kuo memprediksi, iPhone SE gen 4 mungkin dibatalkan atau ditunda produksinya.

BACA JUGA  5 Jenis Limbah yang Sering Dihasilkan dari Proses Industri

MengutipThe Verge, Sabtu (7/1/2023), Kuo menyebut alasan ponsel ini dihentikan kemungkinan karena penjualaniPhone murahini lebih buruk dari yang diharapkan perusahaan.

Sebelumnya pada September,Bloombergmelaporkan, ada lebih banyak permintaan untuk iPhone 14 Pro ketimbang iPhone 14. Selain itu, karena kekhawatiran kenaikan harga bisa membuatiPhone SEkurang menarik bagi pembeli yang begitu sensitif terhadap harga.