Ekonomi

Proyek Cikarang-Bekasi Laut Terganjal, BPTJ Ajak Kementan Diskusi

Proyek Cikarang-Bekasi Laut Terganjal, BPTJ Ajak Kementan Diskusi. Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek mengaku tengah berdiskusi dengan Kementerian Pertanian mengenai masalah tata ruang yang mengganjal kemajuan proyek Cikarang-Bekasi-Laut.

News, JAKARTA – Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ)  mengaku tengah berdiskusi dengan Kementerian Pertanian mengenai masalah tata ruang yang mengganjal kemajuan proyek Cikarang-Bekasi-Laut.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan, pihaknya akan mempertemukan kepentingan Pemkab Bekasi dan Kementan agar Kementerian Agraria dan Tata Ruang segera mengeluarkan rekomendasi teknis tata ruang.  “Target September sudah lelang [kontraktor],” katanya saat dihubungi, Selasa (28/5/2019).

Namun, Bambang tidak menjelaskan apakah alih fungsi lahan itu akan dibarengi dengan penyediaan lahan pengganti.  “Sedang dibahas dulu ya.”

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) menyatakan, perbedaan pendapat tentang tata ruang calon lokasi CBL menjadi isu utama yang mengganjal proyek dengan estimasi investasi Rp3,4 triliun itu.

Pemkab Bekasi menyatakan, lahan seluas 35.244 hektare di sekitar calon lokasi terminal CBL merupakan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B) sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi No 12/2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bekasi Tahun 2011-2031.

Lokasi yang dimaksud saat ini masih berupa sawah, tetapi menurut tata ruang Provinsi Jawa Barat, lahan itu bukan LP2B. Karena perbedaan itu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang belum dapat mengeluarkan rekomendasi teknis.

Berdasarkan data KPPIP, CBL merupakan salah satu PSN yang proses perencanaan dan penyiapannya terkatung-katung karena belum ada kejelasan rencana aksi, komitmen, dan kemampuan penanggung jawab proyek.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close