Market

Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Tak Kerek Harga Jual Semen Market

Solusi Bangun Indonesia (SMCB) Tak Kerek Harga Jual Semen. Dengan kondisi pasar yang sedang lemah saat ini, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. (SMCB) menilai sangat sulit untuk meningkatkan average selling price (ASP).

News, JAKARTA – PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. menyebut masih akan mempertahankan rerata nilai jual atau average selling price (ASP) pada tahun ini.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Solusi Bangun Indonesia Agung Wiharto menjelaskan bahwa untuk menentukan peningkatan harga tersebut sangat bergantung dengan kondisi pasar.

Menurutnya, dengan kondisi pasar yang sedang lemah saat ini, sangat sulit untuk meningkatkan average selling price (ASP).

“Persaingan semua di-drive oleh market, itu susah diprediksi. Apakah market kuat, dan persaingannya seperti apa, dari SMCB tidak [meningkatkan ASP],” ujarnya kepada News, Senin (15/7/2019).

Di samping itu, efek dari konsolidasi dengan Semen Indonesia Grup dinilai akan berdampak positif terhadap kinerja perseroan.

Pasalnya, dengan berkonsolidasi secara penuh, perseroan dapat memaksimalkan efisiensi dari seluruh fasilitas yang dimiliki oleh grup.

“Kalau menurut saya hasilnya akan bagus, biar kan data yang bicara Juli nanti,” ucapnya.

Sejalan dengan terkoreksinya penjualan industri semen dalam negeri, volume penjualan semen Solusi Bangun Indonesia pada semester I/2019 ikut tergerus.

Berdasarkan data perseroan yang dipublikasikan Senin (15/7/2019), sepanjang semester I/2019, volume penjualan semen emiten berkode saham SMCB tersebut terkoreksi 3,30% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan yang tercatat berjumlah 4,69 juta ton dari 4,85 juta ton.

Perusahaan yang dulunya bernama PT Holcim Indonesia Tbk. tersebut menjual sebanyak 4,45 juta ton semen di dalam negeri sepanjang semester I/2019, jumlah tersebut terkoreksi 2,13% dari realisasi 2018.

Sementara itu, volume penjualan ekspor jumlahnya turun 20,87% menjadi 240.060 ton dari realisasi tahun sebelumnya yang tercatat 303.373 ton.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close