News

Buntut Kasus Rumini, Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kadindik Tangsel News

Buntut Kasus Rumini, Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kadindik Tangsel. Kami bersama Rumini!

Tangerang Selatan – Puluhan massa aksi gabungan lintas organisasi mahasiswa Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar demonstrasi di depan Balai Kota Tangerang Selatan, di Jalan Raya Maruga nomor 19, Ciputat, Tangsel, Kamis (11/7).

Mereka menuntut keadilan untuk Rumini, guru honorer yang dipecat setelah mengadukan dugaan adanya pungli di tempatnya mengajar.

1. Mahasiswa tuntut Kadis Dikbud Tangsel dicopot

Buntut Kasus Rumini, Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kadindik Tangsel

Dalam aksinya, mereka membawa replika keranda sebagai bentuk protes atas matinya keadilan bagi Rumini.

Dalam orasi-orasinya, para mahasiswa menuntut agar Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany, memecat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Tangsel karena dianggap malah membantu praktik pungli dengan memecat Rumini, si pengungkap pungli.

2. Mahasiswa juga minta Polres Tangsel menindak pungli tersebut

Buntut Kasus Rumini, Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kadindik Tangsel

Dalam aksi itu, mereka juga mendesak Polisi Resor (Polres) Tangsel untuk mengusut tuntas dan memberikan sanksi hukum bagi pelaku pungli di SDN 02 Pondok Pucung.

“Kami berharap agar pemerintah dan aparat penegak hukum dapat bertindak tegas dan berkomitmen dalam memberantas korupsi pendidikan, agar ke depannya semua orang mendapatkan hak untuk memperoleh pendidikan yang bersih dari praktik pungutan liar,” ujar salah satu orator.

3. Lingkar Studi Feminis Tangerang: Rumini simbol perjuangan perempuan

Buntut Kasus Rumini, Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kadindik Tangsel

Cendikia Sri Wulan, perwakilan dari Lingkar Feminis Tangerang, yang juga ikut dalam aksi tersebut menyayangkan pemutarbalikan fakta yang dilakukan oleh Dikbud Tangsel dengan menyebut Rumini guru yang berlaku kasar dan tidak cakap mengajar setelah dugaan pungli ini dibongkar.

“Kalau kami sendiri, kita membela Rumini salah satunya adalah terkait hak-hak Rumini sebagai perempuan, yang mana kita menyadari Rumini pada prosesnya selama dia mencoba mengungkap korupsi dia malah mengalami intimidasi-intimidasi oleh atasannya,” kata Cendikia.

Selain itu, dijelaskan Cendikia, dalam hal ini Lingkar Studi Feminis Tangerang juga akan concern terhadap kasus Rumini karena dianggap sebagai simbol perlawanan perempuan terhadap sistem pendidikan yang belum baik.

“Posisi Bu Rumini sebagai perempuan memperjuangkan haknya sebagai tenaga pengajar dan hak pendidikan terhadap anak-anak, dalam hal ini menurut saya hak perempuan sangat patut diperjuangkan,” kata dia.

4. Dituduh tidak cakap mengajar, Rumini dipecat setelah bongkar dugaan pungli

Buntut Kasus Rumini, Mahasiswa Tuntut Airin Copot Kadindik Tangsel

Sebelumnya diberitakan, Rumini dipecat secara sepihak oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangerang Selatan (Tangsel). Diketahui sebelumnya, pemecatan Rumini karena adanya laporan kepala sekolah atas ketidakcakapan guru seni itu dalam mengajar.

Ketidakcakapan yang dimaksud adalah membuat kegaduhan di kalangan guru dan melakukan bullying verbal kepada murid, serta jarang absen. Namun berdasarkan salah satu tim investigasi Dindikbud Tangsel, diketahui pemecatan tersebut atas rekomendasi laporan investigasi dengan cara hanya menanyakan pihak sekolah, dalam hal ini kepala sekolah.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close