Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Labuan Bajo Angkat PAD Ekonomi

Pembangunan Infrastruktur Labuan Bajo Angkat PAD. Labuan Bajo merupakan salah satu dari empat Destinasi Pariwisata Super Prioritas 10 Bali Baru yang juga menjadi pilihan destinasi favorit wisatawan mancanegara.

News, JAKARTA – Presiden Joko Widodo bersama dengan jajaran Kementerian Pariwisata, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mengunjungi daerah pariwisata Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.

Kunjungan pada Rabu (10/7) itu dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur di kawasan parawisata tersebut.

Labuan Bajo merupakan salah satu dari empat Destinasi Pariwisata Super Prioritas 10 Bali Baru yang juga menjadi pilihan destinasi favorit wisatawan mancanegara.

Data pada 2018 mencatat Labuan Bajo menarik kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 121.411, angka tersebut naik lebih dari 150 persen dibandingkan dengan 2017 yang hanya sebanyak 76.612 kunjungan wisman.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Bali Baru Kementerian Pariwisata Hiramsyah S. Thaib menuturkan Kementerian Pariwisata akan terus mendukung penuh untuk mempercepat pembangunan yang dilakukan pada delapan kabupaten di Labuan Bajo, baik pembangunan yang berkaitan dengan atraksi, aksesibilitas, maupun amenitasnya.

Menurutnya, pembangunan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores harus dipercepat prosesnya.

“Kami sangat mendukung pembangunannya agar Labuan Bajo menjadi destinasi yang semakin mudah dikunjungi wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara. Saya yakin ke depannya Labuan Bajo akan menjadi destinasi favorit,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (11/7).

Pihaknya juga sangat mendukung penuh rencana pembuatan dua KEK Pariwisata di Manggarai Barat. Pembangunan KEK Pariwisata Tanah Naga dan Tanah Mori akan didukung dan diharapkan berdampak untuk kesejahteraan masyarakat sekitar.

Dia menuturkan sejak Labuan Bajo dijadikan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Prioritas, percepatan pembangunan terus dilakukan. Dampak pembangunan terlihat sangat signifikan pada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Labuan Bajo pada 2017 meraih senilai Rp70 miliar dan di tahun 2018 meningkat tajam hampir 100 persen hingga mencapai Rp135 miliar.

Sementara itu, Menteri Pariwisatan Arief Yahya menuturkan dengan adanya pembangunan moda transportasi penyeberanganndiharapkan bisa mendorong perekonomian dan ekosistem pariwisata.

Menurut Arief, moda transportasi yang aman, nyaman, serta terjangkau bagi masyarakat dan wisatawan akan meningkatkan jumlah kunjungan. Langkah ini juga membuktikan kuatnya semangat Indonesia Incorporated untuk membangun sektor pariwisata Indonesia. Terlebih sektor ini telah ditetapkan sebagai ekonomi inti bangsa oleh Presiden.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Dadang Rizki Ratman menambahkan standar atraksi di Labuan Bajo sudah mendunia dan dapat meraih penghargaan di kancah internasional.

“Untuk itu diperlukan sinergi dari pihak pusat maupun daerah dan didukung CEO commitment yang sangat kuat,” katanya.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan kerja meliputi area Bandar Udara Komodo, Puncak Waringin, serta Pulau Rinca serta meninjau langsung proyek penyeberangan pelabuhan yang saat ini tengah dalam perencanaa pengembangan pelabuhannya.

Pembangunan pelabuhan tersebut dibantu oleh PT Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) yang menyediakan moda transportasi terutama di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata (10 Bali Baru).

Presiden Jokowi mengatakan diperlukan pembenahan dan revitalisasi pemukiman warga Kampung Ujung, Puncak Waringin dan sekitar kawasan revitalisasi destinasi serta peningkatan kegiatan UMKM untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya.

Pembangunan destinasi pariwisata Labuan Bajo menuju destinasi pariwisata dunia ini turut didukung kementerian dan lembaga lainnya terkait seperti Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Sekretariat Negara, dan lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR juga memaparkan mengenai pembangunan pusat cenderamata di Puncak Waringin.

Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP menuturkan mengenai pembangunan Marina terpadu dengan fasilitas hotel dan commercial area untuk kafe, toko cenderamata, dan lainnya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close