Internasional

4 Fakta soal Maraknya Aksi Jilat Es Krim di Supermarket AS Internasional

4 Fakta soal Maraknya Aksi Jilat Es Krim di Supermarket AS. Setelah melakukan aksi tersebut perempuan itu langsung meninggalkan “freezer” tanpa membayar es krim itu ke kasir. Aksi ini kemudian marak.

News – Media sosial sempat dihebohkan dengan video seorang perempuan yang membuka kemasan es krim merek Blue Bell, menjilatnya, kemudian menempatkannya kembali ke dalam “freezer” di pusat perbelanjaan Walmart, Lufkin, Texas, AS.

Setelah melakukan aksi tersebut perempuan itu langsung meninggalkan “freezer” tanpa membayar es krim itu ke kasir.

Adapun video berdurasi 9 detik tersebut mendapat respons sebanyak 29.193 kali retweet dan disukai sebanyak 69.876 kali oleh pengguna Twitter lainnya sejak diunggah pertama kali oleh akun Twitter Optimus Primal, @BlindDensetsu pada 29 Juni 2019.

Berikut empat fakta mengenai aksi menjilat es krim yang kini marak di Amerika Serikat:

1. Es krim ditarik dari peredaran
Mengetahui bahwa ada pelanggan yang melakukan hal tidak pantas atas barang produksinya, produsen es krim merek Blue Bell menyebut video aksi perempuan tersebut termasuk perbuatan jahat.

Pihaknya menyampaikan bahwa ia telah memeriksa lemari es yang berisi es krim itu dan menemukan es krim yang bermasalah tersebut dan langsung menariknya dari peredaran.

“Keamanan es krim kami adalah prioritas utama dan kami bekerja keras untuk menjaga level kepercayaan konsumen kami,” ujar pernyataan dari Blue Bell.

Aksi Jilat Es Krim di Supermarket Mulai Marak, Polisi AS Keluarkan Peringatan

Menurut dia, merusak makanan bukan sekadar candaan.

“Kami tidak mentolerir siapa pun yang merusak produk kami,” ujar keterangan tambahan.

Sementara, Direktur Publik Gerald Williamson mengatakan bahwa perhatian terbesar mereka adalah keselamata konsumen.

“Kami senang melihat produk itu diambil dari rak,” ujar Williamson kepada Sky News pada Jumat (5/7/2019).

2. Pelaku terancam penjara 20 tahun
Merespons aksi perempuan itu, Kepolisian setempat menyebutkan bahwa perempuan pelaku jilat es krim diancam dakwaan kejahatan tingkat kedua karena merusak produk publik.

Dakwaan ini membuat perempuan itu terancam hukuman penjara 20 tahun dan denda maksimal 10.000 dollar AS atau sekitar Rp 144 juta.

Adapun pihak kepolisian mengonfirmasi, aksi perempuan yang menjilat setengah wadah “bucket” es krim Blue Bell dilakukan pada 28 Juni 2019 pukul 23.00 waktu setempat.

Jika identitas pelaku sudah diketahui, polisi akan menerbitkan surat perintah penangkapan dengan tuduhan kejahatan tingkat dua tentang merusak produk konsumen.

Kemudian, polisi juga akan mengusut pria yang merekam kejadian jilat es krim tersebut.

3. Pelaku seorang remaja di bawah umur
Setelah melakukan proses pencarian, Kepolisian Lufkin mengatakan bahwa perempuan yang ada dalam video viral itu merupakan remaja yang masih di bawah umur.

Lantas, Kepolisian Lufkin dalam keterangan resminya di Facebook menjelaskan, mereka sudah menanyai remaja itu bersama temannya. Mereka mengakui perbuatannya.

Kasus tersebut dilaporkan akan dilimpahkan kepada Badan Kehakiman di Bawah Umur Texas untuk mendapatkan penyelidikan lebih dalam.

4. Aksi yang membahayakan orang lain
Selanjutnya, sejumlah warganet menyebut aksi yang dilakukan perempuan itu sebagai Ice Cream Challenge.

Sayangnya, aksi tersebut marak dan cenderung ditiru, bahkan diunggah di media sosial.

Atas maraknya aksi ini, Juru Bicara Kepolisan mengumumkan bahwa mereka melarang siapa pun untuk mencoba meniru, dan akan menangkap mereka yang nekat.

“Aksi ini ilegal. Aksi ini berisiko membahayakan kesehatan orang lain. Kami bakal memburu dan menuntut siapa pun yang ketahuan melakukannya,” ujar polisi.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close