Bola

Peringkat Satu Dunia Tersingkir, Beri Jalan Buat Serena Bola

Peringkat Satu Dunia Tersingkir, Beri Jalan Buat Serena. Kekalahan ini sekaligus mengubur keinginan Barty mengulangi prestasi Evonne Goolagong Cawley sebagai petenis Australia terakhir menjuarai Wimbledon.

WIMBLEDON, News – Ambisi petenis peringkat satu dunia, Ashleigh Barty untuk menjadi puteri pertama Australia dalam  waktu 40 tahun terakhir yang menjadi juara Wimbledon kandas di tangan petenis non unggulan, Senin (08/07/2019).

Barty, 23, dikalahkan petenis non unggulan asal AS, Alison Riske dalam tiga set 6-3, 2-6, 2-6.  Kekalahan ini sekaligus mengubur keinginan Barty mengulangi prestasi Evonne Goolagong Cawley sebegai petenis Australia terakhir yang menjuarai Wimbledon pada 1980.

“Pertandingan yang berat, tetapi saya kalah dari petenis yang lebih baik,” kata Barty. “Tentu saja ini mengecewakan. Ini lapangan baru buat saya di Wimbledon, dan inilah hasil terbaik yang dapat kami raih.”

Barty membantah bahwa posisinya sebagai petenis peringkat satu dunia berpengaruh banyak terhadap konsentrasinya di lapangan. Ia mengaku tidak mengalami perasaan tertekan seperti yang dialami petenis Jepang Naomi Osaka saat berada di peringkat satu dunia.

“Buat saya pribadi, hal tersebut tidak berpengaruh,”  katanya.  “Bagi saya beberapa bulan terakhir justru sangat positif buat kami.”

“Saya hanya merasa ini bukan hari saya, namun tidak akan mengubah pribadi saya dan juga tim saya. Ini yang penting.”

Sementara buat Riske, kemenangan atas Barty ini membuat ia akan menghadapi petenis legendaris AS, Serena Williams. Mantan juara Wimbledon ini menyingkirkan Carla Suarez Navarro dalam dua set 6-2, 6-2.

Riske, 29 yang akan melangsungkan pernikahan tampil pertamakali dalam sebuah turnamen tingkat grand slam. Ia akan melangsungkan pernikahan dengan Stephen Amritraj, ptera petenis legendaris India, Anand Amritraj.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close