Ekonomi

Pasca-Gempa, Pasokan Listrik di Sulut dan Malut Dijaga Tetap Aman Ekonomi

Pasca-Gempa, Pasokan Listrik di Sulut dan Malut Dijaga Tetap Aman. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pemantauan terhadap pasokan listrik di Maluku Utara dan Sulawesi Utara setelah diguncang gempa bumi berkekuatan 7.4 Skala Richter (SR) Kamis (14/11) malam.

News, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan pemantauan terhadap pasokan listrik di Maluku Utara dan Sulawesi Utara setelah diguncang gempa bumi berkekuatan 7.4 Skala Richter (SR) Kamis (14/11) malam.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi mengatakan sehari setelah gempa bahwa PLN melaporkan kondisi ketenagalistrikan kedua wilayah tersebut normal.

“Kami [Kementerian ESDM] melalui Ditjen Ketenagalistrikan terus memantau wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara agar listrik disana tetap aman,”katanya, dalam keterangan resmi, Sabtu (16/11/2019).

Dia mengamini bahwa saat terjadi gempa beberapa fasilitas listrik di wilayah Sulawesi Utara mengalami gangguan. Namun, gangguan tersebut cepat ditanggapi oleh PLN, sehingga kerusakan sudah dapat diatasi dan saat ini masyarakat sudah bisa menikmati listrik seperti biasa.

Di sisi lain, untuk wilayah Maluku Utara yang wilayahnya paling dekat dengan titik gempa adalah Pulau Batang Dua. Kendati demikian, kondisi kelistrikan di wilayah tersebut masih aman.

Seperti yang dilaporkan PLN, Pulau Batang Dua memiliki daya mampu sebesar 110 kW dengan beban puncak sebesar 98kW.

Untuk wilayah Ternate-Tidore secara keseluruhan, pasokan listrik untuk masyarakat juga dilaporkan aman. Wilayah ini memiliki daya mampu sebesar 52 MW dengan beban puncak sebesar 40,8 MW.

Selain itu, PLN juga telah melaporkan kondisi listrik di Jailolo, Kabulaten Halmahera, Maluku Utara juga dipastikan aman. Jailolo memiliki daya mampu sebesar 3,86 MW dan beban puncak sebesar 3,78 MW.

Pasokan listrik aman juga terpantau di wilayah Tobelo dan Daruba (Pulau Morotai). Untuk sistem kelistrikan di Tobelo daya mampunya sebesar 10,7 MW dan beban puncak sebesar 8 MW. Di wilayah Daruba saat ini daya mampu sebesar 3,4 MW dengan beban puncak sebesar 2,1 MW.

Agung menambahkan, meski pasokan aman menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila ada gangguan kelistrikan kepada kantor dan unit pelayanan PLN terdekat.

“Kita berharap semua masyarakat dapat tetap aman dan aktivitas kembali normal tanpa gangguan,” ujarnya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close