Ekonomi

ConocoPhillips, Pertamina dan Repsol Berbagi Kelola di Blok Corridor Ekonomi

ConocoPhillips, Pertamina dan Repsol Berbagi Kelola di Blok Corridor. Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pemerintah berupaya mempercepat proses pengambilan keputusan untuk pengelolaan lanjut Wilayah Kerja (WK) Migas yang akan berakhir kontrak kerja samanya.

News, JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral resmi menyerahkan pengelolaan Blok Corridor ke ConocoPhillips, Pertamina dan Repsol dalam kurun 20 tahun mulai dari 20 Desember 2023.

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan pemerintah berupaya mempercepat proses pengambilan keputusan untuk pengelolaan lanjut Wilayah Kerja (WK) Migas yang akan berakhir kontrak kerja samanya. Kebijakan itu ditempuh agar produksi migas dapat dipertahankan atau bahkan ditingkatkan, serta untuk menjaga kelangsungan investasi pada Wilayah Kerja tersebut.

“Saya berpesan kepada kontraktor agar tidak hanya dapat mempertahankan namun juga meningkatkan laju produksi migas dari WK Corridor serta mengupayakan penemuan cadangan migas baru melalui kegiatan eksplorasi,” katanya, Senin (11/11/2019).

Kontrak Bagi Hasil Wilayah Kerja Corridor merupakan kontrak perpanjangan dengan Pemegang Partisipasi Interes yaitu ConocoPhillips (Grissik) Ltd. sebesar 46 persen, PT Pertamina Hulu Energi Corridor sebesar 30 persen dan Talisman (Corridor) Ltd. sebesar 24 persen dengan ConocoPhillips (Grissik) Ltd. sebagai operator.

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak 20 Desember 2023. Perkiraan nilai investasi dari pelaksanaan Komitmen Kerja Pasti (KKP) 5 tahun pertama sebesar US$250 juta dan bonus tanda tangan senilai US$250 juta.

Hak partisipasi yang dimiliki oleh Kontraktor tersebut termasuk hak partisipasi 10 persen yang akan ditawarkan kepada Badan Usaha Milik Daerah sesuai Permen ESDM No 37 Tahun 2016.

Komitmen kerja pasti yang ada diarahkan untuk mengerjakan enam paket pekerjaan, seperti di Dayung Lower Palembang, Suban Lower Palembang, Telisa Well Suban Far East, Suban Far East (prospek lanjutan), dan lainnya.

Arifin menambahkan Blok Corridor merupakan salah satu WK migas yang bernilai strategis mengingat besarnya produksi gas sekitar 1.100 MMSCF atau setara dengan 12 persen dari total produksi Gas Bumi nasional saat ini. Selain itu, produksi minyak dan kondensat sekitar 6.600 BOPD.

Direktur Utama PHE Corridor Taufik Aditiyawarman mengatakan ada kenaikan komposisi hak partisipasi (PI) pada perjanjian kontrak kerjasama ini, semula pertamina hanya memiliki PI 10 persen menjadi 30 persen.

Setelah mendapat persetujuan perpanjangan dari Pemerintah selanjutnya, disepakati setelah 2023 ditambah tiga tahun ke depan Conocophillips tetap akan menjadi operator, setelah itu akan masuk masa transisi sebelum operator diserahkan kepada PHE Corridor.

Kontrak Bagi Hasil WK Corridor akan berlaku untuk 20 tahun, efektif sejak tanggal 20 Desember 2023 dan menggunakan skema Gross Split. Berdasarkan data saat ini WK Corridor memiliki luas 2.095,25 kilometer persegi sebagian besar berada di Provinsi Sumatera Selatan. Pertamina juga memiliki 4 wilayah kerja aktif di area Sumatera Selatan yaitu Pertamina EP Aset 1, PHE Jambi Merang, PHE Ogan Komering dan PHE Raja Tempirai.

“Lokasi WK Corridor berada di wilayah administrasi yang sama dengan WK Jambi Merang yang saat ini dikelola oleh PHE Jambi Merang yaitu di Kabupaten Musi Banyuasin.  Tentu ini akan menjadi nilai tambah bagi Pertamina saat menjadi operator WK Corridor”,  katanya.

Terkait transisi perpindahan operator, lanjut Vice President Commercial and Business Development ConocoPhillips Taufik Ahmad, mengaku akan ada kesepakatan operasi bersama (joint operation agreement/JOA) dengan Pertamina setelah kontrak kerja sama (production sharing contract/PSC) baru ditandatangani.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close