News

Jerman: Perwira Intelijen Suriah Lakukan Kejahatan Kemanusiaan News

Jerman: Perwira Intelijen Suriah Lakukan Kejahatan Kemanusiaan. kedua orang itu adalah anggota Direktorat Intelijen Umum (GID) Suriah.

BERLIN – Sebuah pengadilan di Jerman menuduh dua tersangka mantan perwira intelijen Suriah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Melansir BBC, Rabu (30/10/2019) salah satu tersangka adalah Anwar R, yang diduga menyiksa setidaknya 4.000 orang pada 2011-12. Ini mengakibatkan kematian 58 orang.

Tersangka lainnya, Eyad A, didakwa melakukan penyiksaan setidaknya 30 kasus.

Bukti kunci dikumpulkan setelah PBB pada 2015, menampilkan mayat korban penyiksaan di Suriah di bawah Presiden Bashar al-Assad.

330 Senjata Kimia Digunakan Selama Perang di Suriah, Paling Banyak Rezim Assad

7 Tahun Perang Saudara di Suriah, Penggunaan Senjata Kimia Telah Menyebar

Kedua pria itu ditangkap di Berlin dan negara bagian Rhineland-Palatinate pada Februari 2019.

Baik tersangka maupun pemerintah Presiden Bashar tidak mengomentari kasus ini.

Jaksa federal Jerman mengatakan kedua orang itu adalah anggota Direktorat Intelijen Umum (GID) Suriah di daerah Damaskus.

Foto/Daily Beast

Pengadilan menuduh Anwar R, yang berusia 56 tahun, adalah seorang perwira tinggi yang memimpin departemen investigasi cabang, dan menugaskan serta mengarahkan operasi di sebuah penjara di mana tahanan menjadi sasaran “penyiksaan brutal dan sistematis”.

Eyad A, 42, diduga telah bekerja untuk departemen Anwar R.

“Tuduhan ini mengirim pesan penting kepada para penyintas sistem penyiksaan Assad,” kata Wolfgang Kaleck, Sekretaris Jenderal Pusat Konstitusi dan Hak Asasi Manusia Eropa (ECCHR).

“Kami akan terus bekerja untuk memastikan bahwa pelaku utama penyiksaan negara di bawah Assad dibawa ke pengadilan–di Jerman atau di tempat lain,” tambahnya.

Bukti kunci terhadap kedua tersangka diperoleh setelah pameran di markas PBB di New York pada Maret 2015.

Foto-foto itu diambil oleh “Caesar”, mantan anggota polisi militer Suriah yang melarikan diri dari negara itu pada 2013.

Anwar R dan Eyad A mencari suaka di Jerman setelah meninggalkan Suriah pada 2015.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close