Nasional

Laporan Triwulan III 2019, Jasa Raharja Serahkan Santunan Rp1,96 Triliun Nasional

Laporan Triwulan III 2019, Jasa Raharja Serahkan Santunan Rp1,96 Triliun. Sampai dengan Triwulan III 2019, Jasa Raharja telah serahkan Rp1,96 Triliun hak atas santunan bagi.

JAKARTA – Sampai dengan Triwulan III 2019, Jasa Raharja telah serahkan Rp1,96 Triliun hak atas santunan bagi korban kecelakaan alat angkutan umum dan korban kecelakaan Lalu Lintas Jalan, nilai ini mengalami peningkatan sebesar 6,25% dibandingkan periode yang sama Tahun 2018.

Corporate Secretary PT Jasa Raharja (Persero), Harwan Muldidarmawan menyampaikan peningkatan jumlah penggantian biaya perawatan dan santunan yang diserahkan kepada ahli waris dikarenakan Jasa Raharja senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan khususnya kepada korban dan ahli waris korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum.

“Besaran nilai santunan maupun upaya optimalisasi daya serap (absorb) kepada setiap korban kecelakaan yang tercatat dalam laporan kepolisian (laporan dari Instansi yang berwenang) dengan penanganan yang cepat dan tepat,” tutur Harwan.

Tantangan zaman di masa depan semakin kompleks, tantangan tersebut meliputi sektor teknologi, tren budaya, dan tren ekonomi. Harwan menegaskan, Jasa Raharja harus tanggap dengan perkembangan sektor teknologi yang begitu pesat. Saat ini tren teknologi telah mengarah pada transportasi daring, big data, dan pembayaran elektronik.

“Jika tidak mau mengikuti perkembangan maka dapat tergilas dengan kemajuan zaman. Kita harus cepat tanggap terhadap perkembangan yang ada. Tren ekonomi kini juga telah berubah. Saat ini banyak bermunculan start up – start up (unicorn) baru. Kemudian, banyak pula model bisnis yang berbasis kemitraan,” ujarnya.

Selain itu, Jasa Raharja juga harus menghadapi tren budaya yang ada.

“Tren kultur yang kita hadapi kini dan di masa mendatang adalah rendahnya kesadaran keselamatan berlalu lintas, perkembangan teknologi tidak merata, rendahnya kepatuhan, serta perubahan gaya hidup generasi baru,” terangnya.

Tantangan lain yang tak kalah penting adalah di sektor organisasi, yakni adanya perubahan lingkungan bisnis. Untuk mengantisipasi hal ini, dibutuhkan sikap tanggap, tangkas dan tangguh dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Jasa Raharja juga harus menyesuaikan pola kepemimpinan era generasi millennial. Para generasi ini harus diperlakukan sesuai dengan jamannya.

“Caranya adalah dengan keluar dari rutinitas kantor dan berinteraksi dengan jajaran, tidak memaksa tapi mengajak, mengejar inovasi, dan memberi inspirasi,” pungkasnya. (adv) (Wil)

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close