Market

Laba Puradelta Lestari Meroket 334 Persen, Ini Faktor Pendorongnya Market

Laba Puradelta Lestari Meroket 334 Persen, Ini Faktor Pendorongnya. Torehan tersebut terutama berasal dari penjualan 42,5 hektare lahan industri dan 12,2 hektare lahan komersial.

News, JAKARTA — Emiten properti PT Puradelta Lestari Tbk. membukukan pendapatan Rp1,27 triliun dan laba bersih sebesar Rp 759 miliar per kuartal III/2019.

Emiten berkode saham DMAS itu mencatatakan pendapatan usaha sebesar Rp1,27 triliun pada kuartal III/2019 naik 220,6 persen dari realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp396 miliar.

Segmen lahan industrial memberikan kontribusi terbesar senilai Rp649 miliar atau 51,1% dari total pendapatan. Sementara itu, segmen komersial berkontribusi sebesar Rp599 miliar atau 47,2% atas total pendapatan. Puradelta juga mendapatkan pemasukan dari segmen hunian, rental, dan hotel 1,7% atau Rp22 miliar.

Dengan begitu, beban pokok juga ikut naik menjadi Rp444,54 miliar dari posisi tahun lalu Rp155,34 miliar. Laba kotor anak usaha Grup Sinarmas itu tumbuh 242,8% menjadi Rp825 miliar dibandingkan dengan laba kotor pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp241miliar.

Setelah dikurangi beban penjualan, administrasi dan pajak, laba usaha DMAS tercatat Rp682 miliar atau tumbuh sebesar 455,8% dari posisi Rp123 miliar pada tahun lalu. Margin laba usaha tercatat sebesar 53,7%, lebih tinggi dibandingkan margin laba usaha pada periode yang sama tahun 2018 sebesar 31,0%.

Sementara itu, laba bersih yang dikantongi perseroan mencapai Rp759,10 miliar meningkat 334,7% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp175 miliar.

Margin laba bersih Perseroan meningkat menjadi 59,8% dari 44,1%, seiring dengan meningkatnya margin laba kotor dan margin laba usaha.

Tondy Suwanto, Direktur Independen Puradelta Lestari, menjelaskan bahwa moncernya kinerja hingga September 2019 dipengaruhi oleh larisnya lahan industri perseroan. Dia menambahkan sampai saat ini DMAS telah meraih marketing sales sebesar Rp1,6 triliun.

Torehan tersebut terutama berasal dari penjualan 42,5 hektare lahan industri dan 12,2 hektare lahan komersial. Menurutnya, sebagian besar dari penjualan tersebut telah dicatatkan sebagai pendapatan usaha.

“Capaian marketing sales yang baik pada tahun ini berdampak pada solidnya laporan keuangan perseroan,” ujar Tondy dalam keterangan resmi pada Rabu (30/10/2019).

Posisi kas dan setara kas Perseroan per kuartal III/2019 sebesar Rp1,10 triliun. Adapun jumlah aset DMAS tercatat sebesar Rp7,59 triliun. Pada pos liabilitas DMAS memiliki utang sebesar Rp659 miliar, meningkat dari jumlah liabilitas per 31 Desember 2018 sebesar Rp312 miliar.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close