Market

5 Sektor Bergerak Negatif, IHSG Berbalik ke Zona Merah Market

5 Sektor Bergerak Negatif, IHSG Berbalik ke Zona Merah. Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,12 persen atau 7,64 poin ke level 6.273,51 pada pukul 09.16 WIB.

News, JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Rabu (30/10/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG berbalik melemah 0,12 persen atau 7,64 poin ke level 6.273,51 pada pukul 09.16 WIB, setelah dibuka menguat 0,33 persen atau 20,95 poin ke level 6.302,09.

Pada perdagangan Selasa (29/10), IHSG ditutup di zona hijau dengan penguatan 0,25 poin atau 15,75 persen ke level 6.281,14.

Sepanjang perdagangan pagi ini, IHSG bergerak pada kisaran 6.269,53-6.303,42.

Lima dari sembilan sektor terpantau bergerak negatif, didorong oleh sektor aneka industri yang melemah 0,82 persen dan infrastruktur yang turun 0,45 persen. Empat sektor lainnya terpantau menguat, dipimpin oleh industri dasar yang menguat 0,53 persen.

Sebanyak 136 saham menguat, 84 saham melemah, dan 439 saham stagnan dari 659 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) yang masing-masing melemah 1,76 persen dan 1,15 persen menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG.

Samuel Sekuritas memprediksi IHSG akan cenderung melemah pada hari ini. Hal itu, menurut riset mereka karena adanya sentimen global dan menunggu arah kebijakan The Fed, serta kemungkinan adanya demo Buruh yang menolak kenaikan upah minimum 2020 sebesar +8,51 persen.

Pada perdagangan semalam, bursa saham AS ditutup dengan kecenderungan melemah, dimana Dow bergerak flat -0.07 persen, S&P500 -0.08 persen dan, Nasdaq -0.59 persen.

Pasar masih menerka rancangan kesepakatan dagang fase 1 antara AS dan China yang kemungkinan akan dilakukan pada pertengahan November mendatang, bersamaan dengan KTT Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Chili.

Di sisi lain, investor juga tengah menunggu keputusan The Fed Kamis besok, dimana 90.9 persen dari konsensus yakin akan terjadi pemotongan suku bunga -25bps. Investor juga menunggu arah kebijakan ekonomi lanjutan seperti apakah suku bunga The Fed akan kembali diturunkan pada bulan Desember atau tidak.

“Dengan sentimen global dan menunggu arah kebijakan The Fed, serta kemungkinan adanya demo Buruh yang menolak kenaikan upah minimum 2020 sebesar +8,51%, kami perkirakan IHSG akan cenderung melemah pada hari ini,” ungkap tim riset Samuel Sekuritas, Rabu (30/10/2019).

Mayoritas indeks saham lainnya di kawasan Asia juga turut melemah ini, di antaranya indeks Nikkei 225 Jepang yang turun 0,32 persen dan indeks Hang Seng yang melemah 0,32 persen. Di sisi lain, indeks Topix menguat 0,04 persen.

Di China, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing melemah 0,41 persen dan 0,49 persen, sedangkan indeks Kospi melemah 0,47 persen.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close