Market

Pasar Nantikan Prospek Kebijakan The Fed, Dolar AS Bergerak di Rentang Sempit Market

Pasar Nantikan Prospek Kebijakan The Fed, Dolar AS Bergerak di Rentang Sempit. Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang melacak kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat hanya 0,005 poin atau 0,01 persen ke level 97,695 pada pukul 08.59 WIB.

News, JAKARTA – Dolar Amerika Serikat bergerak dalam kisaran sempit pada perdagangan Rabu (30/10/2019), di tengah penantian pasar terhadap prospek kebijakan Federal Reserve .

Berdasarkan data Bloomberg, indeks dolar AS yang melacak kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau menguat hanya 0,005 poin atau 0,01 persen ke level 97,695 pada pukul 08.59 WIB.

Indeks dolar AS mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka melemah 0,015 poin atau 0,02 persen ke level 97,675, setelah pada akhir perdagangan Selasa ditutup melemah 0,074 poin atau 0,07 persen ke level 97,690.

Dilansir Bloomberg, Bank sentral AS diperkirakan akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir hari ini, Rabu.

“Dengan pemangkasan suku bunga hari ini telah diperkirakan, pasar menantikan sikap Fed pada prospek kebijakannya,” kata Masahiro Ichikawa, analis senior di Sumitomo Mitsui DS Asset Management, seperti dikutip Bloomberg.

“The Fed mungkin akan mencoba untuk menghindari sikap terlalu dovish. Pesannya pada dasarnya adalah bahwa sementara mereka bisa mengubah kebijakan pada bulan Desember jika diperlukan, itu tidak akan terjadi kecuali ada ketidakpastian besar pada ekonomi,” lanjutnya.

Optimisme bahwa Washington dan Beijing akan menyelesaikan kesepakatan perdagangan tahap pertama bulan depan telah meningkatkan minat terhadap aset berisiko dalam beberapa hari terakhir, tetapi pasar menjadi waspada bahwa prospek ini kemungkinan dapat tertunda.

Seorang pejabat pemerintahan AS pada hari Selasa mengatakan perjanjian perdagangan sementara antara AS dan China mungkin tidak akan selesai tepat waktu untuk penandatanganan di Chili bulan depan seperti yang diharapkan, tetapi itu tidak berarti perjanjian batal.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close