Megapolitan

Anggaran Lem Aibon & Bolpoin Capai Rp205 Miliar, Salah Ketik atau Sengaja? Megapolitan

Anggaran Lem Aibon & Bolpoin Capai Rp205 Miliar, Salah Ketik atau Sengaja?. Jika ditotal, anggaran lem aibon dan bolpoin tersebut mencapai Rp205 miliar.

JAKARTA – Selain pengadaan lem Aibon yang mencapai Rp82 miliar, anggaran pengadaan bolpoin yang tertuang dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) tahun 2020 tak kalah mencengangkan, yakni sebesar Rp123 miliar, tepatnya Rp123.886.800.000.

Jika ditotal, anggaran lem aibon dan bolpoin tersebut mencapai Rp205 miliar.

Ada kejanggalan dalam rincian anggaran tersebut, di mana jumlah orang yang dicantumkan dalam bilangan desimal. Dalam tangkapan layar yang dibagikan pemilik akun Twitter @Iekopr nampak jumah orang yang mendapat ballpoint sebanyak 98.322,8571428571 dan harga satuannya bolpoin tersebut pun mencapai Rp105.000.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Ima Mahdiah (Foto : Istimewa)

Menanggapi anggaran-anggaran aneh yang ada di KUA-PPAS tersebut, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, Ima Mahdiah mengingatkan Pemprov DKI lebih berhati-hati dalam memasukkan anggaran yang sumbernya dari masyarakat. Sebab sebelumnya, Sekretaris Dinas Pendidikan DKI Susi Nurhati mengaku anggaran tersebut merupakan typo atau salah ketik.

“Eksekutif harus lebih teliti, harusnya tidak ada typo, apalagi ini menyangkut uang rakyat dengan nominal yang banyak sekali,” ujar Ima kepada , Rabu (30/10/2019).

Saat ditanya apakah ada kemungkinan ada unsur kesengajaan dari okum pegawai Pemprov DKI soal keanehan anggaran tersebut, mantan staf Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini mengatakan hal tersebut bisa saja terjadi.

“Bisa juga, kalau tidak ketahuan kan bisa cair,” kata Ima.

Sampai saat ini, kata Ima, Komisi E yang membidangi masalah sosial, pendidikan dan kesehatan ini baru membahas anggaran di satuan pertama, sementara anggaran lem Aibon dan bolpoin ada di satuan ketiga.

Maka, Ima memastikan jajarannya akan lebih teliti dalam memantau anggaran yang ada di KUA-PPAS. Ketika ada yang tak masuk akal, tentu tak akan diloloskan. “Kalau aneh langsung kita potong di komisi,” ujarnya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close