Internasional

Aksi Protes Berlangsung 13 Hari, PM Lebanon Mengundurkan Diri Internasional

Aksi Protes Berlangsung 13 Hari, PM Lebanon Mengundurkan Diri. Massa penentang pemerintah diserang oleh simpatisan Hezbollah ketika berunjuk rasa di Beirut.

BEIRUT, News – Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri memutuskan mengundurkan diri setelah aksi protes menentang pemerintah mencapai 13 hari.

Hariri menyatakan, dia menghadapi “jalan buntu” dan bakal segera menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Presiden Michel Aoun.

Viral Demonstran Lebanon Bernyanyi Baby Shark kepada Bayi, Bagaimana Ceritanya?

Aksi protes itu berlangsung di seantero Lebanon. Bank hingga sekolah tutup setelah seluruh laposan masyarakat meminta pemerintah untuk mundur.

Ratusan ribu orang menepikan perbedaan agama dan politik. Mereka turun ke jalan dan menyerukan agar pemerintah mengakhiri korupsi hingga sektarianisme.

Dilansir Sky News Selasa (29/10/2019), demonstrasi itu berlangsung mulai dari kota konservatif Tripoli, ibu kota Beirut, hingga Tyre.

Mereka yang berpartisipasi dalam unjuk rasa menyatakan, mereka menginginkan agar politisi yang menguasai Lebanon sejak perang saudara 1975-1990 mundur.

Krisis ekonomi yang terjadi akibat demonstrasi disebut terburuk sejak periode perang saudara, dengan pasar gelap merajalela.

Saad Hariri mengemban jabatannya sebagai Perdana Menteri pada Desember 2016. Sebelumnya dia pernah menjabat pada November 2009 hingga Juni 2011.

Dalam pernyataannya di televisi, Hariri menuturkan dia sudah mencari “berbagai solusi” untuk mengatasi kesulitan yang dialami Lebanon.

“Ini adalah waktunya bagi kita menghadapi krisis ini. Tanggung jawab kami adalah melindungi Lebanon dan memulihkan ekonomi,” ujarnya.

Dalam aksi protes di Beirut, massa anti-pemerintah dilaporkan diserang dan dipukul mundur oleh para simpatisan kelompok Hezbollah.

Pemimpin Hezbollah, Hassan Nasrallah, sebelumnya mengkritik massa penentang pemerintah, dengan pendukungnya meneriakkan namanya.

Nasrallah yang kelompoknya menguasai Lebanon menuding, unjuk rasa yang terjadi ditunggangi oleh kekuatan asing dan kelompok politik rival.

Pemerintah Berencana Berlakukan Pajak WhatsApp, Warga Lebanon Gelar Unjuk Rasa

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close