Ekonomi

Lahan terbatas, Pemkot Yogyakarta dorong kampung buat taman sayur Ekonomi

Lahan terbatas, Pemkot Yogyakarta dorong kampung buat taman sayur. Selain untuk penghijauan, taman juga bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan

Yogyakarta – Keterbatasan lahan untuk pengembangan sektor pertanian di Kota Yogyakarta disiasati dengan mendorong kampung atau lorong sayur yang sudah tersebar di seluruh kelurahan dengan memanfaatkan metode “landscape” atau taman sayur.

“Jika selama ini taman dibuat dengan memanfaatkan tanaman bunga, maka di Yogyakarta ada taman sayur. Selain untuk penghijauan, taman juga bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan,” kata Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di sela Gelar Potensi Pertanian Yogyakarta, Minggu.

Menurut Heroe, pendekatan yang dilakukan untuk pengembangan pertanian di Kota Yogyakarta pasti berbeda dengan upaya yang diterapkan di kabupaten lain di DIY yang masih memiliki lahan luas.

Meskipun lahan pertanian di Kota Yogyakarta terbatas, namun Heroe meyakini jika taman sayur juga dapat memberikan hasil yang baik untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat apabila dikelola dengan maksimal.

Ia pun mendorong agar kampung dan lorong sayur yang sudah berkembang di wilayah bisa saling berkomunikasi untuk menjalin kerja sama yang lebih luas sehingga produk pangan yang dihasilkan bisa semakin banyak dan beragam.

“Di beberapa wilayah, bahkan ada yang memanfaatkan metode ‘green house’ untuk pengembangan pertanian. Luasnya memang terbatas, namun hasilnya berkualitas sehingga mampu memasok kebutuhan pasar modern,” katanya.

Selain untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan penghijauan, Heroe menyebutkan keberadaan kampung sayur juga memberikan manfaat sosial yang baik yaitu terciptanya masyarakat yang semakin “guyub” atau rukun.

“Masyarakat kembali saling berinteraksi di lorong sayur yang ada di lingkungan rumah mereka. Lorong sayur bisa menyatukan masyarakat dan jika ada banyak warga yang berkumpul bersama, tentunya ide-ide kreatif untuk pengembangan pertanian ataupun pembangunan Yogyakarta akan muncul,” katanya.

Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta menampilkan berbagai potensi pertanian di kecamatan serta dari sejumlah kelompok pembudidaya dalam Gelar Potensi Pertanian 2019 yang juga diselenggarakan untuk memeriahkan HUT ke-263 Kota Yogyakarta.

Sejumlah kelompok pertanian di wilayah menampilkan produk unggulan mereka, seperti tabulampot, hidroponik beragam sayuran, jamur, serta beragam olahan makanan dari hasil produk sayur di kampung sayur.

Selain pameran pertanian, dalam Gelar Potensi Pertanian tersebut juga diselenggarakan sejumlah lomba, mulai dari lomba ikan hias, reptil, anjing, dan kucing.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close