Bisnis

PTPN X Pede Revitalisasi Pabrik Bisa Dongrak Laba Hingga Rp 150 M Bisnis

PTPN X Pede Revitalisasi Pabrik Bisa Dongrak Laba Hingga Rp 150 M. Pada tahun ini PTPN X telah menargetkan laba Rp 120 miliar.

News, Jakarta – PT Perkebunan Nusantara X atau PTPN X yakin proses revitalisasi pabrik PG Gempolkrep di Mojokerto, Jawa Timur bakal mendongkrak pendapatan perseroan pada 2020. Direktur Utama PTPN X Dwi Satriyo Annurogo mengatakan revitalisasi ini bisa mendongkrak pendapatan antara Rp 150 miliar.

 Menteri Rini Soemarno Dorong PTPN VII Bangun Kawasan Industri

“Itu target per 2020. Kami juga masih menyelesaikan revitalisasi di satu pabrik dahulu yang ada di Ngadirejo, Kediri,” kata Dwi Satriyo kepada media usai menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Prospek Industri Gula Nasional Setelah Revitalisasi” di Gedung Tempo, Jakarta Selatan, Jumat 28 Juni 2019.

Menurut Dwi Satriyo, pada tahun ini perseroan telah menargetkan laba Rp 120 miliar. Adapun pada tahun sebelumnya, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp 2,9 triliun dengan laba bersih sebesar Rp 113 miliar. 

Dwi Satriyo menjelaskan fokus revitalisasi pabrik saat ini masih pada peningkatan kapasitas produksi. Adapun saat ini kapasitas produksi pabrik milik PTPN X rata-rata berada pada 6.500 sampai 8.000 ton dan akan ditingkatkan menjadi 10.000 ton per hari saat masa giling.

Adapun sebelumnya, PTPN X menerima suntikan modal dari pemerintah lewat skema Penanaman Modal Nasional sebesar Rp 975 miliar. Sebanyak Rp 850 miliar digunakan perusahaan untuk melakukan revitaliasi pabrik secara bergiliran. Saat ini, PTPN tercatat memiliki 10 pabrik.

“Kami optimis dengan revitaliasi bisa meningkatkan kapasitas produksi tahunan menjadi sekitar 350 ribu ton pada 2019 dari sebelumnya sekitar 335 ribu ton. Tahun depan kami menargetkan bisa 370 ribu ton,” kata Dwi Satriyo.

 Jokowi Minta Menteri Rini Kaji Pemberian Lahan bagi Karyawan PTPN

Ke depan, lanjut Dwi Satriyo, PTPN X juga berencana untuk melakukan diversifikasi produk selain gula untuk mengembangkan usaha. Beberapa di antaranya seperti produk bagase yang diproduksi dari ampas tebu sebagai bahan utama biomass. Selain itu, ada pula pembuatan etanol dengan bahan utama tetesan tebu. “Jadi revitalisasi ini selain diversifikasi juga mengarah ke hilirisasi,” kata dia.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close