Money

Jadi Proyek Strategis Nasional, Bisakah Tol Cibitung-Cilincing Rampung Tahun Depan? Money

Jadi Proyek Strategis Nasional, Bisakah Tol Cibitung-Cilincing Rampung Tahun Depan?. Pengerjaan tol Cibitung-Cilincing tersebar di dua wilayah yakni DKI Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat.

BEKASI, News – PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (CTP) memperkirakan pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing (JTCC) selesai dan siap beroperasi pada pertengahan 2020 mendatang.

Pengerjaan tol ini sendiri tersebar di dua wilayah yakni DKI Jakarta dan Bekasi, Jawa Barat. Sejauh ini, progres konstruksinya sudah mencapai 61,24 persen secara keseluruhan.

Berdasarkan data per 3 Oktober, pembangunan konstruksi tol di daerah timur Jakarta tepatnya di Bekasi sudah mencapai sekitar 72,11 persen dan pembebasan lahan hingga 87,75 persen.

Akan tetapi kondisi berbeda di sisi Jakarta, pada konstruksinya baru 19,24 persen dan pembebasan lahan 25,14 persen. Pada wilayah Jakarta, akan dibangun fase IV yakni Cibitung-Cilincing yang mengubungkan Tarumajaya ke Cilincing dengan total panjang 4,58 kilometer.

Ini Daftar Ruas Tol yang Berpotensi Alami Kenaikan Tarif

Lalu, JTCC yang masuk sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) ini bisakah rampung tahun 2020?

Pimpinan Proyek JTCC Yaya Ruhiya mengatakan, pihak tetap optimistis bisa mengejar target yang telah ditentukan sebelumnya. Sebab, JTCC yang menjadi PSN lewat aturan tersendiri bisa membantu segalanya pada proyek ini, termasuk soal pembebasan lahan.

“Soal lahan itu kita kan pakai mekanisme UU Nomor 2 Tahun 2012, karena (ini) kan proyek strategis nasional. Di situ ada mekanismenya, kalau ada penolakan maka dibawa ke pengadilan,” kata Yaya ditemui di Proyek JTCC, Cibitung, Jabar, Kamis (10/10/2019).

Yaya menerangkan, Undang-undang tersebut mengatur penjaminan pembebasan lahan untuk proyek strategis nasional. Sehingga pihaknya mendapat kepastian untuk memperoleh lahan yang diperlukan dalam pembangunan infrastruktur tersebut.

“Intinya dengan undang-undang itu bikin kita punya kepastian mendapatkan lahan,” jelasnya.

Mandiri : E-Money Tak Bisa Digunakan di Jalan Tol Hoaks

Dia menuturkan, untuk wilayah Jakarta sendiri saat ini pembebasan lahan lanjutan sudah masuk ke tahap inventarisasi. Nantinya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) akan mengumumkan besaran atau jumlah ganti rugi kepada masyarakat yang dipakai lahannya untuk pembangunan JTCC.

“Inventarisasi di Jakarta pun sudah mau selesai, appraisal minggu ini kita pengumuman dan musyawarah, bisa lah kita kejar lahan sampai akhir tahun,”  ucap dia.

Sementara itu Direktur Teknik CTP Ari Sunaryono mengatakan, bahwa JTCC membentang di dua wilayah yakni Jawa Barat dan DKI Jakarta. Berdasarkan data terbaru progres konstruksi sudah mencapai 61,24 persen dan pembebasan lahan mencapai 80,12 persen.

Progres di wilayah Jawa Barat sepanjang 30,17 kilometer telah mencapai 87,17 persen untuk lahan dan konstruksi 72,12 persen. Lalu progres lahan dan konstruksi di wilayah DKI Jakarta sepanjang 4,58 kilometer telah mencapai 25,14 persen dan 19,24 persen.

“Progres di sisi Jakarta memang lebih lambat karena startnya juga tertinggal. Penlok (penetapan lokasi) baru terbit Oktober 2017, sehingga pengadaan tanahnya juga telat,” kata Ari terpisah.

Perusahaan Hong Kong Bakal Akuisisi Dua Tol Waskita Toll Road

Ari menjabarkan, bahwa progres lahan dan konstruksi proyek di Jawa Barat lebih cepat dibandingkan DKI Jakarta. Kendati demikian pengerjaan di kedua wilayah tetap berjalan sesuai perencanaan.

Adanya keterlambatan pengadaan lahan di area Jakarta membuat target pengoperasian JTCC memang melambat. Awalnya, proyek ini diproyeksikan bisa dioperasikan akhir 2019.

“Saya jelaskan kenapa mundur, namanya proyek itu complicated semua seperti itu. Banyak faktor ya, teknis, pembebasan lahan, kombinasi lah, proyek lain kayak gitu juga,” ungkapnya.

Ari menyatakan, meskipun terdapat sejumlah faktor penghambat, namun pihaknya memastikan proyek JTCC ini tatap selesai pertengahn tahun depan atau di Kuartal II 2020. Artinya sesuai rencana awal setelah mundur dari tahun ini.

“Kuartal II 2020 bisa selesai on schedule,” tandasnya.

JTCC merupakan bagian dari pembangunan Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta 2 (JORR 2). Ruas ini terdiri dari 4 seksi, yaitu Cibitung-Telaga Asih (3,14 km), Telaga Asih-Tambelang (10,30 km), Tambelang-Tarumajaya (14,3 km), dan Tarumajaya-Cilincing (7,10 km).

Tarif 13 Ruas Tol Segera Naik

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close