Nasional

Sopir Angkot Duduki Kursi Dewan, Patahkan Mitos Politik Dimonopoli ‘Darah Biru’ Nasional

Sopir Angkot Duduki Kursi Dewan, Patahkan Mitos Politik Dimonopoli ‘Darah Biru’. Fenomena wakil rakyat dari kalangan rakyat biasa sekaligus mematahkan mitos bahwa politik hanya di monopoli oleh kalangan ‘darah biru.’

MANDAPOT Pasaribu (39) tak kuasa menahan haru saat dilantik menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Sibolga. Derasnya keringat yang mengucur dari tubuhnya selama masa kampanye kini terbayar sudah.

Ya, pria yang berprofesi sebagai sopir angkot Barata Jaya (BJ) 01 rute Sibolga-Pandang, Tapanuli Tengah (Tapteng), ini kini merasakan ‘hangatnya’ kursi wakil rakyat. Mandapot merupakan kader Partai Perindo yang berhasil menduduki kursi dewan.

Mandapot sendiri mengaku baru kali ini terlibat dalam politik. Namun usahanya itu berbuah manis lantaran dirinya berhasil meraup suara cukup banyak sehingga lolos ke parlemen. Dia bilang ini merupakan campur tangan Tuhan.

Sebagai mantan sopir angkot yang kini duduk di DPRD Sibolga, dirinya berjanji akan bekerja untuk rakyat bawah. Ia tak akan lupa dari mana tempatnya berasal.

Ilustrasi

Fenomena wakil rakyat yang datang dari kalangan rakyat biasa sekaligus mematahkan mitos bahwa politik hanya di monopoli oleh kalangan ‘darah biru.’ Siapapun bisa menjadi wakil rakyat asalkan tekun dan piawai meracik strategi untuk memikat konstituen.

“Plusnya karena rakyat biasa bisa jadi anggota dewan. Satu kemewahan yang tak pernah terjadi sebelumnya di mana politik hanya di monopoli ‘darah biru’. Ini berkah demokrasi,” kata pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno saat dikonfirmasi , beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Adi meragukan kapasitas figur anggota dewan yang tidak memiliki latar belakang politik. Menurut dia hal itu akan mempengaruhi kualitas legislasi yang akan dihasilkannya nanti.

“Minusnya dewan terpilih kerap tak memiliki kapasitas dan kompetensi memadai karena dunia politik butuh keahlian khusus. Terutama soal kemampuan tehnis dan substansial membahas undang undang,” imbuhnya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close