Megapolitan

Demo Tuntut Pengusutan Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa Sultra di Bogor Ricuh Megapolitan

Demo Tuntut Pengusutan Kasus Tewasnya 2 Mahasiswa Sultra di Bogor Ricuh. Kericuhan terjadi saat massa mulai bakar ban.

BOGOR – Sejumlah mahasiswa berunjuk rasa di Mako Polres Bogor Kota, Jalan Kapten Muslihat, Kota Bogor, Jumat (4/10/2019), menuntut Polri mengusut tuntas kasus meninggalnya dua mahasiswa saat polisi bentrok dengan pendemo di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara.

Demo massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Pakuan Bogor awalnya berjalan tertib, namun belakangan ricuh saat pengunjuk rasa membakar ban bekas.

Dalam aksinya, massa menuntut Polri menuntaskan kasus meninggalnya dua mahasiswa Universitas Halu Oleo, Randi dan Yusuf Kardawi saat demo menolak RKHUP dan UU KPK yang baru di DPRD Sultra, Kamis 26 September 2019.

Kedua mahasiswa diduga meninggal akibat mengalami kekerasan oleh polisi. Satu di antaranya merenggang nyawa setelah terkena tembakan peluru.

Massa menuntut Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mundur jika tak mampu mengayomi masyarakat.Demo Mahasiswa

Selain menyampaikan aspirasi, massa membakar ban bekas.

Pantauan , kericuhan bermula saat para mahasiswa membakar ban bekas di depan Mako Polresta Bogor Kota sekira pukul 16.00 WIB. Aparat kepolisian yang hendak memadamkan api dihalangi massa.

“Mereka awalnya aksi damai, namun terakhir mereka membakar ban bekas dan ditemukan ada yang bawa bensin kemudian kita coba amankan,” kata Hendri kepada wartawan.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close