Nasional

KPK Cegah Dirut PT INTI Bepergian ke Luar Negeri Nasional

KPK Cegah Dirut PT INTI Bepergian ke Luar Negeri. KPK mencegah Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Darman Mappangara.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencegah Direktur Utama (Dirut) PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Darman Mappangara untuk bepergian ke luar negeri. Darman dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan kedepan.

KPK telah mengirimkan surat ke pihak Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM untuk mencegah Darman Mappangara pergi ke luar negeri. Darman dicegah setelah ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami sudah mencegah tersangka DMP ke luar negeri selama enam bulan ke depan,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (3/10/2019).

KPK menetapkan Darman Mappangara (DMP) sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan suap terkait proyek pengadaan Baggage Handling System (BHS) di PT Angkasa Pura Propertindo.

Penetapan tersangka terhadap Darman Mappangara dilakukan setelah KPK mencermati serta mengantongi fakta-fakta yang berkembang di proses penyidikan untuk tersangka sebelumnya. KP?K menemukan dugaan keterlibatan pihak lain yakni, Dirut PT INTI.

Darman diduga bersama-sama dengan stafnya, Taswin Nur, yang sudah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka, menyuap Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam (AYA).

Ilustrasi Suap

Suap itu diberikan agar PT INTI mendapatkan proyek dari PT Angkasa Pura. Uang suap disalurkan Taswin Nur dan Darman ke Andra Y Agussalam. Kemudian, Andra membantu mengawal agar sejumlah proyek di PT Angaksa Pura dapat dikerjakan oleh PT INTI.

Atas perbuatannya, Darman disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan dua orang tersangka terkait kasus dugaan suap proyek pengadaan BHS tahun 2019. ?Dua tersangka tersebut yakni, Direktur Keuangan (Dirkeu) PT Angkasa Pura II, Andra Y Agussalam dan staf PT Industri Telekomunikasi Indonesia (PT INTI), Taswin Nur.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close