Bisnis

Tol Laut Jokowi Ternyata Belum Mendongkrak Ekonomi Lokal Bisnis

Tol Laut Jokowi Ternyata Belum Mendongkrak Ekonomi Lokal. Tol laut yang digagas oleh pemerintahan Presiden Jokowi dinilai masih belum meningkatkan partisipasi ekonomi lokal.

News, Jakarta – Tol laut yang digagas oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi ternyata masih belum dapat mendongkrak partisipasi ekonomi lokal. Demikian hasil evaluasi dari Kementerian Perhubungan terhadap trayek tol laut Nusantara. 

“Jadi belum terlihat meningkatkan ekonomi lokal untuk berpartisipasi, ke depannya harus melihat persoalan di sana, apakah di sektor entrepreneur, logistik, atau lainnya,” ujar Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi, Wihana Kirana Jaya, di Hotel Pullman, Jakarta, Rabu, 2 Oktober 2019.

Karena itu, Wihana mengatakan, di masa depan tol laut harus terintegrasi dengan ekonomi komoditas lokal, dinamika bisnis pelabuhan, konektivitas dengan hinterland. Apalagi hingga saat ini ia melihat dampak ekonomi keberadaan konsep itu masih dinikmati oleh operator dengan adanya subsidi.

Saat ini, pemerintah telah membangun 20 trayek tol laut. Berdasarkan kajian Intitut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) pada tahun 2018, Wihana mengatakan tol laut bisa meningkatkan volume kargo hingga 300 ribu ton. Konsep tersebut juga diestimasikan berdampak langsung kepada ekonomi sebesar Rp 2,5-3 triliun.

Pada mulanya, Wihana mengatakan tol laut itu digagas untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Mengingat, sebagai negara dengan wilayah mayoritas laut Indonesia belum menjadi pemain utama transportasi laut.

Saat ini pembangunan masih berfokus dan terpusat di Indonesia Barat. “Masih berpusat di Tanjung Priok, Tanjung Perak, Belawan, dan Makasar, industri masih di berpusat di Jawa,” tutur Wihana.

Karena itu, Kementerian Perhubungan mencoba mewujudkan visi dan misi Presiden Jokowi dengan merancang konektivitas laut yang terjadwal dan rutin. Dengan demikian, tol laut bisa membawa barang dan jasa secara konsisten ke seluruh pulau di Indonesia.

“Karena dulu ketika kapal membawa barang ke timur, kembalinya isinya sedikit, jadi tol laut mencoba menyelesaikan masalah Jawasentris menjadi Indonesia sentris, rantai pasok juga kamu benahi agar merata,” kata Wihana.

Dengan berbagai evaluasi terhadap tol laut dari Kemenhub itu, Wihana mengatakan salah satu solusi yang bisa diambil adalah dengan menerapkan solusi digital yang mengombinasikan infrastruktur, artificial inteligent, dan big data. Sehingga sistem logistik pun bisa semakin ditekan biayanya.

 

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close