Nasional

Surabaya Menggugat, Viral Video Risma Minta Warganya Jangan Disakiti Nasional

Surabaya Menggugat, Viral Video Risma Minta Warganya Jangan Disakiti. Dalam video yang ramai dibagikan dalam unggahan bertagar Surabaya Menggugat itu, Risma meminta agar warganya tidak disakiti.

SURABAYA – Menjelang demonstrasi besar-besaran yang berlangsung di depan DPRD Jawa Timur (Jatim), Kamis (26/9/2019) siang ini, video Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini viral di media sosial. Dalam video yang ramai dibagikan dalam unggahan bertagar Surabaya Menggugat itu, Risma meminta agar warganya tidak disakiti.

Dalam video viral berdurasi 31 detik, Risma yang berbicara dalam sebuah forum mengingatkan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan yang dalam bahasa Latin disebut vox populi, vox dei. Artinya, suara rakyat harus dihargai sebagai penyampai kehendak Ilahi. Dia mengingatkan agar warganya yang bersuara tidak disakiti.

“Jangan menyakiti warga saya. Suara rakyat adalah suara Tuhan. Ada pepatah mengatakan begitu,” kata Risma, sebagaimana diberitakan iNews.id.

“Saya mencintai warga saya, tolong jangan sakiti mereka. Tolong jangan berusaha bermain-main. Kalau pun toh saya tidak tahu, pasti Tuhan juga akan membalas itu semua lewat tangan orang lain,” ucapnya.

Tri Rismaharini

Video ini viral di media sosial Twitter sejak Kamis pagi, menyusul hashtag #SurabayaMenggugat yang juga menjadi trending topic sejak pagi. Namun, lokasi dan kapan orang nomor satu itu menyampaikan kata-katanya, belum diketahui.

Video ini menjadi viral menyusul aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung Kamis siang ini. Diperkirakan sekitar 5.000 orang akan turun ke jalan mengusung aksi Surabaya Menggugat. Massa terdiri atas mahasiswa, pelajar, warga, dan dari sejumlah ormas.

Massa akan menyampaikan sejumlah tuntutan berupa penolakan beberapa rancangan undang-undang, antara lain RUU KUHP, Undang-Undang Pertanahan, UU Permasyarakatan, dan Ketenagakerjaan. Selain itu, massa juga mendesak pembatalan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Undang-Undang Sumber Daya Air serta beberapa tuntutan lainnya.

Sementara Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan sebelumnya mengatakan, polisi akan mengedepankan pendekatan persuasif untuk menjaga situasi kondusif saat pengamanan demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Jatim.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close