Business

Jumlah Investor Green Bond Indonesia Masih Rendah Business

Jumlah Investor Green Bond Indonesia Masih Rendah. Pemerintah masih akan terbitkan green bond

Jakarta – Pemerintah mengakui, minat para investor internasional cukup tinggi untuk berinvestasi pada instrumen obligasi hijau (green bond). Kendati demikan, menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, green bond yang diterbitkan oleh Indonesia pada 2018 belum benar-benar “green” hingga tahun ini.

1. Hanya 29 persen investor yang membeli green bond

Jumlah Investor Green Bond Indonesia Masih Rendah

Dalam seminar Sustainable Finance and Development in Emerging Markets, Challenges and Opportunities yang diselenggarakan oleh Bloomberg Emerging dan Frontier Forum 2019 di London, Sri Mulyani mengatakan, berdasarkan portofolio pembelinya, hanya 29 persen green bond dibeli oleh green investor. Sementara 71 persen dibeli oleh investor reguler.

“Dari preferensi pembeli dan dihubungkan dengan proyeknya, green bond Indonesia belum benar-benar menggambarkan sebagai green bond,” katanya melalui siaran resmi yang disampaikan oleh Kementerian Keuangan.

2. Ini agar green bond menarik

Jumlah Investor Green Bond Indonesia Masih Rendah

Untuk bisa menarik minat para investor green bond, format compliance dan format pelaporannya harus disimplifikasi. Ia juga menegaskan pentingnya regulasi dan melihat negara lain dalam membuat instrumen, sebai perbandingan dalam meracik instrumen investasi hijau. 

3. Pihak swasta diajak ikut berpartisipasi

Jumlah Investor Green Bond Indonesia Masih Rendah

Sri mulyani mengajak swasta turut berpartisipasi mendorong pasar green bond. Partisipasi pihak swasta terkait dengan preferensi pembeli dan dapat terefleksi dari harga obligasi yang menguat.

Banyaknya jumlah investor di tanah air, mendorong Kementerian Keuangan untuk menerbitkan kembali green bond. Meski begitu, permintaan tersebut juga disertai dengan beberapa pertanyaan mengenai kondisi fiskal Indonesia (bottomline).

4. Pemerintah harus meyakinkan manajer investasi internasional

Jumlah Investor Green Bond Indonesia Masih Rendah

Dalam siaran persnya, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemkeu Nufransa Wira Sakti mengatakan, meski penerbitan green bond sangat membanggakan di kalangan investor lokal, pemerintah tetap harus bisa meyakinkan manajer investasi internasional terkait negara dan instrumen apa saja yang baik sebagai tempat berinvestasi.

“Harga memegang peran penting, tetapi stabilitas negara memegang peran yang tidak kalah penting dalam carbon market, dan carbon price,” katanya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close