Market

Tensi Perang Dagang Meningkat, Bursa Emerging Market Melemah

Tensi Perang Dagang Meningkat, Bursa Emerging Market Melemah. Pasar saham Emerging Market melemah pada perdagangan Rabu (29/5/2019) setelah kabar terbaru dari perselisihan perdagangan AS dan China menekan sentimen pasar.

News, JAKARTA – Pasar saham Emerging Market melemah pada perdagangan Rabu (29/5/2019) setelah kabar terbaru dari perselisihan perdagangan AS dan China menekan sentimen pasar.

Seperti dikutip Reuters, indeks MSCI Emerging Markets melemah 0,5 persen setelah investor membuang aset berisiko untuk bermain yang lebih aman. Sementara itu, indeks mata uang negara berkembang juga menyentuh level terendah tahun ini.

Laporan oleh surat kabar People’s Daily bahwa pemerintah China menggunakan ekspor unsur tanah jarang ke AS untuk menyerang kembali terhadap tarif AS atas barang-barang China menjadi perkembangan terakhir dalam perselisihan perdagangan antara kedua negara.

Logam jarang adalah unsur kimia yang digunakan dalam elektronik konsumen berteknologi tinggi dan peralatan militer, di mana China menjadi pemasok utama.

Peringatan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington tidak siap untuk melakukan kesepakatan perdagangan dengan China, tetapi kesepakatan masih mungkin terjadi di masa mendatang.

“Perkembangan terakhir pada perdagangan sudah tercermin dalam pasar emerging market. Pada dasarnya, pandangan kami masih akan ada jalan bergelombang menuju kesepakatan perdagangan akhir tahun ini,” tulis analis kantor investasi utama UBS, seperti dikutip Reuters.

Perselisihan perdagangan telah merusak pasar di seluruh dunia serta pertumbuhan global, dan sebagian bertanggung jawab atas data ekonomi yang buruk dari beberapa pasar negara berkembang.

Rand Afrika Selatan menyentuh level terendah dalam hampir delapan bulan terakhir di tengah kecemasan investor tentang penunjukan kabinet. Wakil Presiden David Mabuza dilantik sebagai anggota parlemen pada hari Selasa, terlepas dari adanya dugaan korupsi yang telah memukul popularitas Kongres Nasional Afrika (ANC).

Mabuza dibebaskan oleh ANC dan telah membantah melakukan kesalahan. Dia merupakan sekutu Presiden Cyril Ramaphosa, yang telah menjanjikan pemerintahan yang bersih.

“Dengan lingkungan politik dan tujuan pemerintah untuk memerangi korupsi sekarang dipertanyakan menyusul berita diangkatnya Mabuza, rang kemungkinan akan berjuang lebih jauh dalam waktu dekat,” tulis Cristian Maggio, analis pasar negara berkembang di TD Securities.

Sikap dovish bank sentral dan pengaturan ulang bobot indeks MSCI setelah meningkatkan bobot saham China menjadi faktor jangka pendek dan menengah lainnya yang membebani rand, kata Maggio.

Pangsa saham emerging market sebagian besar jatuh di tengah tekanan perdagangan. Di antara saham yang melemah, saham Afrika Selatan masih mampu menguat 0,3 persen, sementara pasar saham Turki berusaha naik.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close