Nasional

Cerita SBY 70 Tahun Hidup dalam 3 Penggal Sejarah Nasional

Cerita SBY 70 Tahun Hidup dalam 3 Penggal Sejarah. SBY bercerita hidup dalam tiga zaman.

BOGOR – Presiden keenam RI sekaligus Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menceritakan pengalamannya 70 tahun hidup dalam tiga era pemerintahan Indonesia; Orde Lama, Orde Baru dan reformasi. Ia memetik hikmah dari lika-liku perjalanan hidupnya.

Cerita itu disampaikan SBY dalam pidato kontemplasi di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin 9 September malam tadi. Ini orasi politik pertama SBY setelah sempat “vakum” delapan bulan dari panggung politik, karena memilih merawat istrinya Ani Yudhoyono lalu ibu kandungnya Siti Habibah. Keduanya kini sudah meninggal dunia.

“Kontemplasi yang hendak saya sampaikan ini berangkat dari apa yang saya dapatkan dalam perjalanan hidup saya selama ini dalam bentangan waktu 70 tahun usia saya, saya hidup dalam tiga penggal sejarah yang berbeda, era Presiden Soekarno, era Presiden Soeharto dan era Reformasi,” kata SBY.

Menurutnya, masing-masing era memiliki semangat zaman, kehidupan, dan corak sejarah yang berbeda-beda dari sisi profesi dan pengabdian.SBY

SBY mencium ibundanya Siti Habibah (Twitter)

“20 tahun saya menjadi warga sipil dan seorang pemuda yang menempuh pendidikan awal, 30 tahun menjadi prajurit dan perwira militer yang bertugas menjaga kedaulatan dan keutuhan negara, 15 tahun mengabdi di jajaran pemerintahan, baik sebagai menteri maupun presiden, dan kemudian lima tahun terakhir ini saya kembali ke pangkuan masyarakat sipil.”

SBY mengaku mengarungi berbagai ragam kehidupan yang dinamis, sarat dengan pasang dan surut, suka-duka, serta sukses dan gagal. Ia bersyukur karena dapat memetik berbagai hikmah dan pelajaran, dan menjadikan perjalanan hidup saya sebagai universitas yang abadi.

Apa hikmah dan pelajaran yang dipetik SBY?

“Pilihan saya adalah hikmah dan pelajaran apa yang saya dapatkan dalam kehidupan bemasyarakat, berbangsa dan bernegara di negeri tercinta ini, baik dalam kapasitas saya sebagai rakyat, maupun sebagai pemimpin. Pemimpin dalam berbagai tingkatan, Mulai dari tingkat bawah hingga puncak. Juga pemimpin dalam berbagai cabang kehidupan, militer, politik dan pemerintahan,” katanya.

“Saya ingin mendekatinya dengan pikiran dan pertanyaan yang sederhana. Mari kita renungkan bersama, dan apa jawaban kita terhadap pertanyaan seperti ini, ingin menjadi manusia seperti apa diri kita?”.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close