Tekno

Startup Kecantikan Ini Kantongi Seed Funding dari East Ventures Tekno

Startup Kecantikan Ini Kantongi Seed Funding dari East Ventures. East Ventures dan Skystar Capital memimpin pendanaan tahap awal dengan nilai yang tidak dipublikasikan kepada Base, perusahaan produk kecantikan dan wellness Direct-to-Consumer (DTC) terpersonalisasi yang baru berusia enam bulan.

News, JAKARTA— East Ventures dan Skystar Capital memimpin pendanaan tahap awal dengan nilai yang tidak dipublikasikan kepada Base, perusahaan produk kecantikan dan wellness Direct-to-Consumer (DTC) terpersonalisasi yang baru berusia enam bulan.

Rencananya, dana segar ini akan mendukung misi Base untuk mempercepat pertumbuhan konsumen mereka dan merekrut lebih banyak talenta.

Melisa Irene, Partner dari East Ventures mengatakan, Base tengah membangun sebuah inovasi penting di industri kecantikan Indonesia, dengan memastikan produk-produk perawatan kulit agar tetap relevan dengan kebutuhan konsumen lokal.

“Ini adalah kesempatan emas bagi Base untuk mengubah proses pencarian produk yang begitu rumit menjadi sederhana dan terpersonalisasi,” ujarnya, seperti dikutip dari siaran pers, Senin (9/9/2019).

Managing Partner dari Skystar Capital Abraham Hidayat mengatakan, pihaknya berbagi visi yang sama dengan Yaumi dan Ruth, bahwa wanita Indonesia membutuhkan produsen kecantikan lokal yang berfokus pada tujuan perawatan kulit mereka yang unik.

“Dengan fokus, dorongan, dan antusiasme mereka, kami yakin bahwa Base akan mampu memberikan dampak pada industri kecantikan Indonesia di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Kecantikan merupakan sektor yang begitu populer saat ini, didukung oleh pertumbuhan komunitas kecantikan dan meningkatnya tren wellness yang mendorong masyarakat untuk mempunyai kondisi kulit yang lebih baik. Industri kecantikan Indonesia sendiri saat ini bisa mencapai angka US$3 miliar (sekitar Rp42 triliun) dengan kategori perawatan kulit tumbuh begitu positif hingga mencapai angka 9% pada tahun 2018, melebihi kategori lain seperti kosmetik. Namun, mayoritas pemain penting di pasar lokal masih merupakan brand global yang belum bisa memenuhi kebutuhan perawatan kulit wanita Indonesia yang beragam.

Co-Founder dan CEO Base Yaumi Fauziah Sugiharta menjalankan blog perawatan kulit sejak tahun 2017 dan telah aktif menjalin hubungan dengan komunitas di bidang tersebut lewat akun media sosial miliknya. Saat itu, perempuan yang merupakan mantan Head of Marketing Gojek menerima banyak pertanyaan dari para wanita muda dari seluruh Indonesia tentang bagaimana cara memilih produk perawatan kulit yang tepat untuk kulit mereka, dan menyadari bahwa ada tantangan yang nyata di bisnis tersebut.

Dia menyatakan setelah melakukan survei internal, 70% wanita Indonesia menjelaskan bagaimana mereka merasa bingung dengan banyaknya jenis produk perawatan kulit. Selain itu, mayoritas produk yang ada di pasar tidak secara spesifik dibuat untuk wanita di negara tropis seperti Indonesia, dan hanya bisa memenuhi standar-standar kecantikan tertentu seperti memutihkan kulit.

“Kami percaya bahwa setiap wanita harus mempunyai kebebasan dalam mendefinisikan arti kecantikan bagi mereka, dan memiliki cara unik sendiri untuk mendapatkan kondisi kulit yang mereka inginkan. Base lahir untuk menghilangkan kesulitan dalam memilih produk, dengan cara menyederhanakan proses penemuan produk dan mendapatkan produk terpersonalisasi dengan menggunakan teknologi. Konsumen kami (biasa dikenal dengan nama Base Friends) bisa mendapat sebuah produk kecantikan dan wellness dengan formula berkualitas tinggi, vegan, dan terpersonalisasi, langsung dari situs Base,” jelas Yaumi tentang platform tersebut.

Bersama Co-Founder yang kini menempati posisi sebagai Chief Product Officer, seorang ahli biokimia yang pernah menjadi Product Manager di DBS Singapura bernama Ratih Permata Sari, perusahaan rintisan yang seluruh pendirinya merupakan perempuan ini ingin mengguncang industri perawatan kulit di Indonesia, khususnya untuk konsumen Gen-Z dan Milenial. Mereka menawarkan transparansi, personalisasi, dan inklusivitas. Dibekali dengan pola pikir ke depan yang berbasis teknologi, Base begitu menonjol di kategori yang telah cukup padat ini. Dengan layanan yang sepenuhnya berbasis digital, seluruh produk Base dijual secara langsung lewat situs www.base.co.id.

Ratih menambahkan, diperkuat dengan data, Base akan menganalisis bagaimana lingkungan dan gaya hidup bisa mempengaruhi kondisi kulit. Perusahaan mempelajari hasil konsultasi kulit dari para konsumennya, dan menyesuaikan produk-produk yang kami tawarkan untuk memenuhi kebutuhan mereka.

“ Saat ini, kami bermitra dengan laboratorium penelitian dan pengembangan (R&D) di London dan Seoul untuk membantu kami dalam melakukan pengembangan produk dan memproduksinya secara lokal di Jakarta. Dengan harga mulai dari Rp98 ribu, kami ingin memastikan bahwa kami bisa memberikan produk berkualitas tinggi, tetapi tetap terjangkau,” ujarnya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close