Nasional

Politikus Gerindra: Lobi Politik oleh Capim KPK Itu Biasa Nasional

Politikus Gerindra: Lobi Politik oleh Capim KPK Itu Biasa. “Lobi yang dalam rangka silaturahmi enggak masalah, lobi yang ada deal-nya ada masalah,” kata politikus Gerindra tersebut.

News, Jakarta-Anggota Komisi Hukum atau Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Desmond J. Mahesa mengatakan bahwa lobi politik dari setiap orang yang diuji kepatutan dan kelayakan atau fit and proper test di DPR biasa terjadi. Termasuk lobi dari para calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.

“Pokoknya sejak KPK berdiri lobi komisioner itu biasa,” kata Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 9 September 2019.

Desmond menyebutkan beberapa jenis lobi, di antaranya lobi agar dipilih dan lobi yang mengandung kesepakatan atau deal tertentu. Menurut dia, lobi yang sifatnya silaturahmi tidak masalah.

“Lobi yang dalam rangka silaturahmi enggak masalah, lobi yang ada deal-nya ada masalah,” kata politikus Gerindra ini.

Desmond bercerita dirinya juga sempat dilobi oleh komisioner KPK periode sekarang ketika fit and proper test pada 2015 lalu. Desmond mengklaim sempat makan dengan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Namun dia menegaskan tidak ada deal apa pun dengan Saut Situmorang dalam pertemuan kala itu. Dia mengaku hanya berpesan kepada Saut ihwal penegakan hukum.

“Saut lobi saya. Saya ajak makan, saya bayarin, tapi saya tidak men-deal apa-apa, dan dia juga enggak deal. Saya cuma bilang tegakkan hukum. Tanya Saut,” kata dia.

Dalam sebulan ini, Desmond tercatat sudah dua kali memberikan pernyataan serupa. Pada 3 September lalu, ia menyebut nama Bambang Widjojanto dan Abraham Samad. “Kalau lobi, kenal itu kan biasa saja. Periode lalu Abraham Samad, Bambang Widjojanto datang. Kalau periode ini, ada beberapa orang yang ketemu saya,” ujar Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan pada Selasa, 3 September 2019.

Desmond tak menyebutkan beberapa orang calon pimpinan KPK yang bertemu dengannya. Sementara proses seleksi capim KPK memasuki tahap fit and proper test oleh Komisi Hukum DPR. Ada 10 calon pimpinan KPK periode 2019-2023 yang diseleksi mulai hari ini.

Sebelum uji kelayakan dan kepatutan, Komisi Hukum menjadwalkan pertemuan dengan Panitia Seleksi Capim KPK pada pagi ini. Komisi HUkum DPR kemudian menguji kemampuan capim dalam membuat makalah. Tes berlangsung siang nanti.

Adapun sepuluh capim KPK yang akan diuji yakni Alexander Marwata (komisioner KPK), Firli Bahuri (anggota Polri), I Nyoman Wara (auditor BPK), Johanis Tanak (jaksa), Lili Pintauli Siregar (advokat).

Kemudian Luthfi Jayadi Kurniawan (dosen), Nawawi Pomolango (hakim), Nurul Ghufron (dosen), Roby Arya Brata (PNS Sekretariat Kabinet), dan Sigit Danang Joyo (PNS Kementerian Keuangan).

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close