Food

Fakta Penelitian, Makanan Cepat Saji Bikin Remaja Depresi Food

Fakta Penelitian, Makanan Cepat Saji Bikin Remaja Depresi. Banyak anak remaja mengalami perubahan dalam suasana hati yang bisa kapan saja berubah

TINGKAT kecemasan dan depresi pada remaja semakin meningkat. Makanan cepat saji yang dikonsumsi anak muda ternyata memberikan kontribusi pada meningkatnya tingkat gangguan kesehatan mental yang dialami anak remaja.

Banyak remaja mengalami perubahan dalam suasana hati yang bisa kapan saja berubah. Ternyata setelah dikaitkan dengan meningkatnya kasus obesitas dan sejumlah penyakit kronis, penelitian kembali menemukan ‘efek samping’ dari terlalu sering menyantap makanan cepat saji.

Makanan siap saji adalah istilah untuk makanan yang dapat disiapkan dan dilayankan dengan cepat. Sementara makanan apapun yang dapat disiapkan dengan segera dapat disebut makanan siap saji, biasanya istilah ini merujuk kepada makanan yang dijual di sebuah restoran atau toko dengan persiapan yang berkualitas.

Makanan cepat saji

Penelitian terbaru menunjukkan, makanan cepat saji kini menjadi salah satu penyebab dari terjadinya depresi pada anak remaja.

Di samping itu, depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Kondisi depresi adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup seperti kehilangan orang tercinta.

Seperti yang dilansir dari Edition, Jumat (6/9/2019), makanan cepat saji sendiri diartikan sebagai makanan alternatif yang cepat ketimbang makanan rumahan, mudah diakses dan memiliki harga yang relatif murah, menurut National Institutes of Health (NIH).

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close