News

Kisah Rusmini: Ditendang Sang Anak, Memberi Maaf, lalu Meninggal News

Kisah Rusmini: Ditendang Sang Anak, Memberi Maaf, lalu Meninggal. Bukan karena tendangan, Rusmini meninggal karena komplikasi

Surabaya – Wajah AP (21) alias Aris sempat berseliweran di media sosial. Ia diketahui menendang kepala ibunya, Rusmini (60) hingga membuat geram warganet.

Kasus ini pun sempat ditangani oleh pihak kepolisian. Namun kisah Aris ini berakhir dengan tangisan di atas makam ibunya. Rusmini meninggal dunia dan menyisakan luka bagi Aris.

1. Berawal dari video viral anak tendang ibu

Kisah Rusmini: Ditendang Sang Anak, Memberi Maaf, lalu Meninggal

Kisah Aris terungkap dari sebuah unggahan di media sosial milik kakaknya, Rabu (21/8). Di video tersebut, keduanya terlibat adu mulut. Rusmini yang memakai daster oranye dengan luaran ungu beberapa kali dipukuli kepalanya oleh Aris. Akhirnya, kaki Aris menendang kepala Rusmini yang tengah dalam posisi berbaring miring sementara Aris berdiri.

“Ndase wong tuwo iku mbok tutuki iku lapo? Iki ndas sing ngetokno awakmu iki ojo mbok tutuki. Kualat koen ndase wong tuo koen tutuki (kepala orangtua itu kok kamu pukuli itu kenapa? Ini kepala yang melahirkan kamu jangan kamu pukuli. Kualat kamu kepala orangtua kamu pukuli),” seru Rusmini.

Video ini pun menjadi viral, ramai dibicarakan di mana-mana. Warganet menyayangkan sikap Aris yang disebut-sebut sebagai anak durhaka. Berbagai hujatan dan umpatan pun dilayangkan untuk Aris. Warganet mendesak pihak kepolisian untuk segera menangkap Aris.

2. Polisi sempat menangkap Aris

Kisah Rusmini: Ditendang Sang Anak, Memberi Maaf, lalu Meninggal

Tak berselang lama, Polsek Tegalsari melacak identitas Aris. Mereka pun menangkapnya dan sempat melakukan konferensi pers di hadapan media. Aris bisa dikenakan tindakan melanggar hukum berupa kekerasan atau penganiayaan.

“Sebenarnya ini adalah permasalahan keluarga. Yang bersangkutan merasa kesal karena tidak dituruti oleh ibunya yang saat itu memang menurut pengakuan anak-anaknya tidak memiliki uang untuk menuruti permintaan yang bersangkutan,” jelas Kapolsek Tegalsari, Kompol Rendy Surya.

Akhirnya kasus ini tidak dilanjutkan. Aris dan Rusmini memilih jalan damai. Ketika itu, sudah diketahui bahwa Rusmini tengah sakit. Mereka pun saling bermaaf-maafan.

Rendy pun meminta bantuan Bhabinkamtibmas dan Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP5A) untuk mediasi dan mengawasi Aris agar kejadian tersebut tak lagi terulang.

3. Rusmini memaafkan anaknya

Kisah Rusmini: Ditendang Sang Anak, Memberi Maaf, lalu Meninggal

Rusmini, ibu tiga anak yang kepalanya ditendang oleh sang anak bungsu tak menaruh dendam. Di matanya, Aris adalah anak baik dan tak pernah berbuat nakal. Hanya saja, Aris memang tempramental dan kerap meledak-ledak jika permintaannya tidak dituruti.

“Anaknya biasa saja. Cuma memang kalau minta uang suka pukul-pukul. ‘Saya lapar, Bu’, langsung lempar sandal. Tapi gak nakal. Cuma kalau lapar saja,” tuturnya ketika ditemui awak media di rumahnya, Kamis (22/8).

Di usianya yang renta, Rusmini masih bekerja sebagai penjual es teh. Uang hasil berjualan inilah yang ia berikan kepada Aris untuk makan, jajan, dan membeli rokok. Sementara dua anak lainnya sudah memiliki kehidupan masing-masing.

“Biar pun gak kerja ya saya carikan. Namanya juga ibu. Kalau gak ke saya, dia minta ke siapa?” tanyanya.

Aris memang saat ini belum memiliki pekerjaan. Ia putus sekolah usai menamatkan bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

4. Rusmini meninggal dunia

Kisah Rusmini: Ditendang Sang Anak, Memberi Maaf, lalu Meninggal

Namun kini sosok Rusmini hanya menjadi kenangan. Ia meninggal dunia pada Selasa (27/8) akibat komplikasi penyakit jantung dan paru-paru yang diderita. Rusmini meninggal setelah sempat dirawat di RSUD dr. Soewandhie.

“Benar bahwa Ibu Rusmini meninggal di RSUD dr. Soewandhie. Jenazahnya dimakamkan di TPU Ngagel,” jelas Rendy.

Keputusan Rusmini untuk tidak memperpanjang kasus anaknya seakan menjadi firasat. Ia sudah mengenal kondisi tubuhnya yang semakin lemah. Jika Aris ditahan, mungkin ia tidak bisa menemani saat-saat terakhir Rusmini. 

“Karena saya kasihan sama anak saya. Ibu takut, karena saya sakit. Nanti kalau ditahan, bagaimana? Saya yang takut. Kasihan,” tuturnya lirih menjelaskan alasannya memaafkan sang anak.

Kini Rusmini pergi dengan tenang dan diantarkan ke liang lahat oleh sang anak yang pernah menendangnya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close