Bola

Pemain Papua di Arema FC: Sejarah dan Cinta yang Tak Pernah Putus Bola

Pemain Papua di Arema FC: Sejarah dan Cinta yang Tak Pernah Putus. Arema FC yang didirikan pada era Galatama bermaterikan sejumlah pemain Papua dan tradisi itu dipertahankan sampai Liga 1 2019.

News, Jakarta – Para pendiri tim Singo Edan memiliki konsep yang kuat untuk menjadikan Arema FC bukan hanya sebagai kebanggaan masyarakat Malang. Tetapi, juga sebagai miniatur kultur Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang digambarkan melalui klub sepak bola bernama Arema.

Pada 32 tahun silam bukan sesuatu yang kebetulan jika ada sosok tiga pemain Papua di antaranya adalah Micky Tata, Domingus Nowenik, dan Panus Korwa menjadi andalan Arema di kompetisi Galatama. Bahkan ketiganya ikut memiliki andil mengantarkan Arema menjadi juara Galatama di era 1992/1993.

Ketiganya hadir di Arema karena Malang dan Papua sebenarnya memiliki hubungan emosional yang kuat. Pendiri Arema Brigadir Jendral Acub Zainal pernah menjabat Gubernur Papua tahun 1973 -1975 termasuk Ebes Sugiono mantan walikota Malang yang juga pernah menjabat Wagub Papua tahun 1983-1987.

Bahkan tahun 1973 di Papua digelar Piala Acub Zainal yang mempertemukan kejuaraan sepak bola antarkabupaten di Papua. Mantan Pangdam Cendrawasih itu juga membidangi renovasi Kantor Gubernur Provinsi Irian Jaya dan memperbaiki i Stadion Mandala.

Termasuk Acub Zainal juga turut menata pengelolaan Persipura dengan  mendatangkan pelatih asal Singapura pada 1975-1976 yang ikut andil membawa Persipura menjadi juara. Persipura juara berturut turut empat kali juara Soeharto Cup dan mewakili indonesia di Kings Cup di Bangkok.

Kegilaan Acub Zainal terhadap sepak bola  tidak hanya sampai di situ. Pada 1978 Acub Zainal mendirikan klub Perkesa 78. Klub sepak bola ini berbasis di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, yang banyak dihuni oleh pemain-pemain asal Papua, seperti Swoerti Yabet Sibi, Saul Sibi, Ony Mayor, Stepanus Kirwa, Berrus Tamnge, Aagys Ohee, dan Nico Ramandaey.

Bahkan saat beliau mendirikan  Arema 1987 beliau tetap membawa  nama-nama pemain asal Papua seperti Micky Tata, Dominggus Nowenik. Pada tahun tahun selanjutnya Arema selalu merekrut putera terbaik Papua seperti Alexander Pulalo, Erol Iba, Ellie Eboy, dan Charles Horik.

Dari perjalanan ini sejarah Arema hingga kini tidak lepas dari putra terbaik Papua karena memang ditanam dan dipupuk oleh para pendiri Arema.

Ricky Kayame menjadi pemain Papua yang kini berada di tim kebanggaan Arek-arek Malang. Golnya ke gawang Barito Putera pada 19 Agustus 2019 bisa jadi merupakan sebuah kisah cinta, bakat alam, dan bukti bahwa tali sejarah Arema, Malang dan Papua tidak boleh terputus.

Demi mengelola hubungan baik tersebut, tidak hanya di tim senior Arema FC, di level Akademi Arema juga banyak anak-anak asli Papua yang mengembangkan bakat sepak bolanya.

AREMAFC.COM

 

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close