Techno

Smart City, Smart Building dan Pemindahan Ibu Kota di Era Revolusi Industri 4.0 (2)

Smart City, Smart Building dan Pemindahan Ibu Kota di Era Revolusi Industri 4.0 (2). Aplikasi dan teknologi juga mendukung lahirnya Smart City atau kota pintar.

JAKARTA – Aplikasi dan teknologi bisa menjadi penopang utama pembangunan ibukota baru RI menggunakan sistem industri 4.0. Aplikasi dan teknologi juga mendukung lahirnya Smart City atau kota pintar.

Untuk merealisasikan Smart City, Smart Building maupun pembangunan ibukota baru RI menggunakan sistem industri 4.0, diperlukan teknologi yang menopang antara lain Internet of Things (IoT) hingga Blockchain.

Internet of Things (IoT)

Segala sesuatu yang merupakan bagian dari sebuah kota yang pintar perlu terhubung satu sama lain sehingga mereka dapat berkomunikasi dengan satu sama lain sebagai bagian dari keseluruhan. Teknologi IoT menyediakan tubuh perangkat berkomunikasi yang menyediakan komunikasi lancar menyediakan solusi pintar untuk setiap situasi dan masalah.

Ada berbagai sensor yang berbeda yang digunakan dalam IoT. Berikut adalah beberapa: The Internet of Things (IoT) adalah apa yang membuat segala sesuatu di kota terhubung. Ini adalah tulang belakang kota yang memungkinkan setiap gerakan dan menghubungkan setiap titik. IoT menawarkan konektivitas yang canggih perangkat pintar (smart devices), wearables, rumah tangga pintar (smart home appliances) dan layanan, perangkat medis, kendaraan terhubung, hiburan pintar (smart entertainment), bangunan pintar (smart building) , mobilitas umum yang pintar (smart public mobility), infrastruktur kota pintar (smart city infrastructure), dan semua sistem dan layanan yang melampaui komunikasi mesin-ke-mesin (M2M).

Kebanyakan segala sesuatu berhubungan dengan hari ini memiliki sensor mengumpulkan dan mengirimkan data ke awan (Cloud). Jaringan terhubung, atau Internet of Things (IoT) interkoneksi semua perangkat yang membuat mereka bekerja bersama-sama. Sensor yang tertanam dalam setiap perangkat fisik yang membentuk ekosistem Internet of Things (Iot).

Smart City, Smart Building dan Pemindahan Ibu Kota di Era Revolusi Industri 4.0

Teknologi Geospasial

Cara yang tepat untuk membangun perencanaan kota untuk kota pintar membutuhkan ketepatan dan analisis dan penggunaan data yang rinci. Ini adalah persis peran utama bermain teknologi geospasial atau geolokasi. Teknologi Geospasial menyediakan pondasi yang mendasari setiap solusi kota pintar (smart city) dapat dibangun. Geospatial menyediakan lokasi dan kerangka yang diperlukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data, mengubah data tersebut dengan cara memfasilitasi solusi berbasis perangkat lunak di sekitar infrastruktur kota pintar.

Artificial Intelligence (AI)

Jumlah besar data yang dihasilkan oleh sebuah kota pintar akan tidak berguna tanpa menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk proses untuk menghasilkan informasi dan nilai. AI memproses dan menganalisa data yang dihasilkan dari mesin-ke-mesin (M2M) interaksi dalam konteks sebuah kota pintar, toko pintar dan infrastruktur kota. Ada banyak aplikasi smart city di mana AI dapat memainkan peran kunci. Dari perbaikan lalu lintas ke manajemen parkir pintar (smart parking management) untuk integrasi aman naik mobil pribadi dan Layanan Antar-Jemput.

Selain itu, penggunaan AI memungkinkan manajemen untuk memiliki pemahaman yang tepat tentang bagaimana kota bekerja. AI dapat membantu dalam perencanaan rute Transportasi Umum otonom, Manajemen Power grid, Manajemen lalu lintas yang pintar, Pengiriman dengan Drone, Layanan pos otonom, atau unit fasilitas perawatan kesehatan, hal tersebut diatas hanya untuk menyebutkan beberapa dari berbagai aplikasi dalam konteks kota pintar.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close