News

Tolak Pembangunan, Seorang Guru Ditemukan Terkubur di Lapangan Setelah Menghilang 16 Tahun News

Tolak Pembangunan, Seorang Guru Ditemukan Terkubur di Lapangan Setelah Menghilang 16 Tahun. Dia ditugaskan untuk mengawasi pembangunan lapangan olahraga baru 16 tahun yang lalu.

HUAIHUA – Seorang guru yang menghilang setelah menolak pembagunan lapangan olahraga karena tidak dibangun sesuai standar ditemukan terkubur di bawahnya 16 tahun kemudian.

Deng Shiping, yang juga bertanggung jawab atas fasilitas dan pemeliharaan di sekolah, menolak menandatangani pembangunan lapangan karena ia merasa pembangunannya di bawah standar.

Kontraktor yang dibayar pada 2013 untuk membangun lapangan yang juga kerabat kepala sekolah, mengaku membunuh guru tersebut setelah ditangkap dengan tuduhan korupsi.

Sisa-sisa kerangka Deng Shiping digali dari lapangan Sekolah Menengah Xinhuang No 1 pada 19 Juni 2019 di kota Huaihua, Provinsi Hunan, China Tengah.

Video dan foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan petugas polisi telah menutup lapangan. Terlihat seorang penyelidik sedang memeriksa tengkorak manusia.

: Hanya Garuk Wajah Buat Pria China Bayar Denda

Deng, yang berusia 52 atau 53 pada saat menghilang, bekerja di sekolah menengah sebagai manajer layanan.

Dia ditugaskan untuk mengawasi pembangunan lapangan olahraga baru 16 tahun yang lalu.

Namun, menurut keluarganya, Deng percaya kerabat kepala sekolah telah mengambil jalan pintas, dan karena itu ia menolak untuk menandatangani pekerjaan mereka.

“Lapangan dan trek lari sedang dibangun oleh kerabat kepala sekolah. Dia percaya akan ada masalah kualitas bangunan yang serius, dan bahwa mereka mengambil jalan pintas,” kata kakak laki-laki, Deng mengutip Mirror, Jumat (21/6/2019).

“Dia menolak untuk menandatangani pekerjaan dan melaporkannya kepada pemerintah daerah. Kemudian dia menghilang,” lanjut dia.

Biro Keamanan Huaihua mengonfirmasi dalam sebuah pernyataan bahwa jasad yang ditemukan di lintasan lari adalah Deng Shiping, yang hilang sejak 2003.

“Kami sudah lama curiga bahwa hilangnya [Deng] terkait dengan dirinya sebagai pengawas pembangunan lapangan,” tambah saudara laki-laki Deng.

Pihak berwenang mengatakan lebih dari 10 tersangka telah ditangkap dalam penyelidikan korupsi yang sedang berlangsung.

Para tersangka diduga mengaku membunuh dan menguburkan Deng di bawah lapangan karena mengancam akan mengungkap kinerja mereka.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close