Bisnis

Bahas Tiket Pesawat, Darmin Nasution Panggil Budi Karya Bisnis

Bahas Tiket Pesawat, Darmin Nasution Panggil Budi Karya. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi kebijakan harga tiket pesawat yang tak kunjung turun.

News, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menggelar rapat koordinasi untuk mengevaluasi kebijakan penurunan harga tiket pesawat pada hari ini, Kamis, 20 Juni 2019. Rapat yang dijadwalkan pukul 10.00 WIB itu, salah satunya, dihadiri oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

 Jokowi Undang Maskapai Asing, KPPU Mendukung

Budi hadir sekitar pukul 10.00 WIB dan langsung masuk menuju lokasi rapat di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia enggan bicara banyak kepada awak media dan hanya melambaikan tangannya. “Sudah ditunggu Pak Menko,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan yang mendampingi Budi.

Selain Budi, undangan rapat juga disampaikan kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi, Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin, Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Direktur Utama Lion Air Edward Sirait, dan Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati.

Kendati Tarif Batas Atas (TBA) telah diturunkan, masyarakat masih menganggap harga tiket pesawat terlalu mahal. Pemerintah pun sudah mendorong maskapai penerbangan melakukan efisiensi dengan menghemat biaya operasional demi menurunkan harga. S

Sekretaris Kementerian Koordinator Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan Kementerian Perhubungan menurunkan TBA pesawat sebesar 15 persen sejak sebulan lalu.

Tapi, kata dia, belum terlihat perubahan signifikan pada harga, yang berdampak penurunan penumpang di sejumlah “rute penerbangan padat”. “Kalau mungkin revisi TBA dirasa kurang nendang, akan kami cari lagi cara lain, terutama mengefisienkan maskapai. Seperti Garuda Indonesia,” ucapnya.

Susiwijono menyebut cara yang bisa dilakukan pemerintah adalah meninjau ulang harga bahan bakar avtur dan mendorong negosiasi ulang tarif sewa pesawat (leasing). Dia pun membuka peluang adanya insentif fiskal bagi maskapai, seperti potongan pajak pertambahan nilai (PPN). Intinya, kata dia, strategi mengundang maskapai asing tidak menjadi opsi utama. “Jika terdesak, ada cara yang paling realistis, yakni mendorong pemain asing yang sudah bergabung, seperti AirAsia.”

Deputi Kerja Sama Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal, Wisnu Wijaya Soedibjo, mengatakan ada peluang untuk mengubah aturan mengenai daftar negatif investasi. Salah satunya soal porsi maksimal investor asing di maskapai penerbangan nasional.

 Maskapai Diminta Sosialisasikan Rute via Bandara Kertajati

Namun, kata Wisnu, rencana itu tak serta-merta menarik minat pemain asing. Salah satunya adalah karena ada asas cabotage dalam dunia penerbangan yang membela hak kelola maskapai lokal. “Sebetulnya, maskapai asing pasti masuk kalau melihat industri penerbangan kita feasible. Tak usah diajak-ajak,” ujarnya.

Ikuti seluk-beluk berita tentang harga tiket pesawat di News

| VINDRY FLORENTIN | FRANSISCA CHRISTY ROSANA

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close