Otomotif

Deretan Merek Mobil yang Tutup Usia di Indonesia Otomotif

Deretan Merek Mobil yang Tutup Usia di Indonesia. Beberapa pabrikan otomotif sulit bersaing di pasar otomotif nasional hingga terpaksa menutup bisnisnya.

JAKARTA, News – Indonesia menjadi salah satu negara yang secara penjualan mobil cukup besar di kawasan ASEAN. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), setiap tahun ada 1 jutaan unit mobil baru terjual di seluruh wilayah.

Oleh sebab itu, tak sedikit pabrikan otomotif yang tertarik untuk membuka jaringan penjualannya di Indonesia. Namun, tak sedikit juga di antara prododisen itu yang harus tutup usia karena kalah bersaing. Berikut deretan merek mobil yang harus tutup usia di Indonesia.

1. Ford
Ford pertama kali hadir di Indonesia sejak 1989 melalui Indonesia Republic Motor Company. Namun, sebagai Agen Pemegang Merek (APM) Ford baru resmi berdiri pada tahun 2000, di bawah PT Ford Motor Indonesia. Berakhirnya kiprah Ford di Indonesia pada tahun 2016 tak lepas dari penjualannya yang semakin surut. Tak hanya di Indonesia, di beberapa negara lain juga Ford melakukan penutupan usahanya.

2. Opel
Saat rezim Orde Baru, General Motors (GM) melalui PT General Motors Buana Indonesia merilis Opel Vectra pada tahun 1994. Mobil tersebut menjadi kendaraan penumpang pertama Opel di Indonesia. GM pun membangun pabrik di daerah Bekasi, Jawa Barat. Namun, tak lama kemudian, GM Indonesia yang seluruh sahamnya dimiliki oleh GM memutuskan untuk mengganti keberadaan Opel dengan Chevrolet sebagai dagangan utamanya di Tanah Air. Tahun 2005, GM memutuskan untuk menutup pabrik tersebut dan beralih menjadi perusahaan distribusi.

3. Proton
Produsen mobil asal Malaysia ini tak mampu bersaing di negara tetangganya sendiri. Proton yang memulai bisnisnya di Indonesia pada tahun 2007, sampai sekarang belum ada aktivitas peluncuran model baru atau penambahan diler, seolah hidup segan matipun tak mau. Bahkan rumors akan meluncurkan SUV terbaru untuk pasar Indonesia, tetapi sampai sekarang belum ada kepastian.

Produk-produknya dinilai tidak ada yang berhasil menggebrak pasar. Penjualannya pun juga tidak mencatatkan sesuatu yang positif.

4. Chery
Chery masuk ke Indonesia tahun 2006. Penjualannya tiap tahun tidak pernah menembus angka 1.000 unit. Bahkan, hanya beberapa tahun saja yang bisa terjual di atas 500 unit. Akhirnya, Chery pamit dari Indonesia pada tahun 2013.

5. Geely
Mobil asal China sulit untuk bersaing di pasar otomotif nasional. Selain karena isu kualitas, dominasi pabrikan Jepang di Indonesia juga cukup kuat. Geely masuk ke Indonesia di awal 2010, keterpurukannya sendiri dimulai ketika memasuki 2013, di mana penjualannya di bawah 500 unit. Hingga akhirnya tahun 2016, Geely harus menutup bisnisnya di Indonesia karena tidak ada penjualan.

Hidup Segan, Mati Tak Mau

Volvo

Volvo di Indonesia masuk pada tahun 1978, di masa Orde Baru. Merek mobil ini sempat menjadi kendaraan dinas dari para pejabat pada masa itu. Sekarang, penjualan Volvo dipegang oleh Garansindo Group setelah sebelumnya dipegang oleh Indomobil Group. Namun, kehadirannya terkesan antara ada dan tiada. Tidak pernah terdengar juga kabar dari Garansindo yang akan memasukkan produk baru Volvo.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close