Lifestyle

Membangunkan Lokomotif Tidur di Yogyakarta, Umurnya Sudah 44 Tahun!

Membangunkan Lokomotif Tidur di Yogyakarta, Umurnya Sudah 44 Tahun!. Usia lokomotif tersebut tak lagi digunakan sejak tahun 1975 dan dipajang sebagai monumen di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

SALAH satu sudut Balai Yasa Yogyakarta tampak sangat sibuk. Beberapa pekerja tampak bekerja dengan serius di sebuah lokomotif yang bentuknya kini tak lagi familier dilihat.

Saat diselami lebih dalam, ternyata para pekerja sedang berusaha membangunkan lagi sebuah lokomotif uap tua keluaran tahun 1898 berseri D 1410. Lokomotif tersebut bukan tanpa sebab dibangunkan kembali setelah tertidur dipensiunkan operasionalnya di Yogyakarta sejak 1975 lalu.

Suharyanto, koordinator restorasi mengungkap lokomotif D 1410 ini dahulu dioperasikan di kawasan pegunungan Cianjur pada medio 1900-an. Namun, lantaran usia lokomotif tersebut tak lagi digunakan sejak tahun 1975 dan dipajang sebagai monumen di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Ini Sosok Andre, Brimob yang Dituduh WNA pada Demo 22 Mei 2019

loko uap ini akan dijadikan ikon wisata di Kota Solo seperti yang telah dilakukan Loko Jaladara sejak 2009 lalu.

Masa pengerjaan menghidupkan kembali Loko D 1410 ini ditargetkan rampung selama 270 hari kerja, atau sekitar bulan September 2019. Nantinya, loko uap ini akan dijadikan ikon wisata di Kota Solo seperti yang telah dilakukan Loko Jaladara sejak 2009 lalu.

“Kami mohon doa juga agar loko ini bisa hidup kembali, bangun dari tidur untuk mengangkut wisatawan yang main ke Solo. Harapannya bisa jadi wisata ikonik kereta uap,” pungkasnya.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close