Economy

Butuh 1,5 Tahun untuk Proses Gugatan Sawit ke Uni Eropa Economy

Butuh 1,5 Tahun untuk Proses Gugatan Sawit ke Uni Eropa. Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahkan akan segera menunjuk firma hukum (law firm) asing untuk mendampingi perlawanan

JAKARTA – Pemerintah tengah menyiapkan gugatan yang akan disampaikan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO) terkait diskriminasi sawit oleh Uni Eropa. Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahkan akan segera menunjuk firma hukum (law firm) asing untuk mendampingi perlawanan.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) Oke Nurwan mengatakan, dalam proses gugatan nantinya paling tidak akan memakan waktu 18 bulan atau 1,5 tahun. Usai mendaftarkan gugatan ke WTO, maka terdapat tahap konsultasi antara Indonesia dengan Uni Eropa untuk menemui kesepakatan. Dalam hal ini WTO akan berperan sebagai pihak ketiga.

“Karena setelah mendaftarkan, kita diberikan waktu untuk rujuk, tahapan konsultasi. Di tahap ini akan dibahas apakah ada kesepakatan atau tidak,” ujarnya di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Di mana kelapa sawit diklasifikasikan sebagai bahan bakar nabati tak berkelanjutan dan merusak lingkungan, sehingga penggunaan biofuel yang berbasis kelapa sawit dilarang di kawasan tersebut.

“Jadi tergantung kesiapan kita (untuk bisa lakukan gugatan). Firma hukum kan harus kita bekali, menyiapkan materi-materi,” kata dia.

Menurutnya, belum bisa ditentukan kapan waktu pastinya gugatan tersebut diajukan, hal itu bergantung pada keputusan firma hukum.

“Tergantung briefing dengan firma hukum, dia memutuskan apakah kita sudah siap atau tidak. Tapi tidak ada batasan waktu dari WTO, bahwa kita kapan saja bisa masukan gugatan,” kata dia.

Tags

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close