UMK Naik, Banyak Perusahaan Mulai Tinggalkan Sidoarjo

surabayanews.co.id - Lahan pekerjaan di Kabupaten Sidoarjo tmulai terancam, setelah UMK tahun 2017 resmi digedok oleh Gubernur Jawa Timur. Hal itu mulai berdampak pada perusahaan di Sidoarjo...

575
575

surabayanews.co.id – Lahan pekerjaan di Kabupaten Sidoarjo tmulai terancam, setelah UMK tahun 2017 resmi digedok oleh Gubernur Jawa Timur. Hal itu mulai berdampak pada perusahaan di Sidoarjo Jawa Timur, yang mulai bergeser ke kabupaten/kota lain untuk menghindari kenaikan UMK.

Sukiyanto Ketua APINDO Sidoarjo menyebutkan, ketetapan jumlah UMK tahun 2017 yang telah ditetapkan oleh Gubernur Jawa Timur, kini berdampak pada perusahaan atau industri di Sidoarjo yang memilih menggeser usahanya ke kabupaten/kota lain untuk menghindari kenaikan UMK.

Sementara itu, perusahaan yang pindah atau bergeser diketahui merupakan perusahaan yang bersifat kontrak. Namun sampai saat ini, APINDO Sidoarjo sendiri tidak mengetahui jumlah pasti perusahaan yang melakukan perpindahan wilayah usaha ke daerah lain.

Sementara itu, masih menurut Sukiyanti, terkait persoalan buruh di beberapa perusahaan yang ada di Sidoarjo, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pengusaha, pemerintah dan juga para pekerja. Diketahui, penetapan UMK di Jawa Timur sampai saat ini masih dipegang oleh Kota Surabaya sebagai UMK tertinggi tertinggi yakni Rp 3.296.212, disusul Kabupaten Gresik Rp 3.293.505, Kabupaten Sidoarjo Rp 3.290.093, Kabupaten Pasuruan Rp 3.288.093 dan Kabupaten Mojokerto 3.279.975.

In this article

Join the Conversation