2016, Santunan Korban Laka Naik 13 Persen

surabayanews.co.id - Dari pengecekan anggota DPR RI komisi VI, Bambang Haryo di Jasa Raharja cabang Jawa Timur, maraknya kecelakaan lalu lintas, baik mengunakan kendaraan pribadi maupun transportasi...

110
110

surabayanews.co.id – Dari pengecekan anggota DPR RI komisi VI, Bambang Haryo di Jasa Raharja cabang Jawa Timur, maraknya kecelakaan lalu lintas, baik mengunakan kendaraan pribadi maupun transportasi masal, selama kurun waktu tahun 2016, semakin tahun terus menunjukan kenaikan yang signifikan. Kata Bambang Haryo, ini ia dapatkan saat melakukan pengecekan kinerja BUMN Jasa Raharja Jatim dalam penanganan kecelakaan yang memakan korban di Jawa Timur.

Teko data seng ditemokno, dari data kasus pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas dari data jajaran lalu lintas Polda Jatim, terjadi kenaikan 8 kasus dari tahun sebelumnya. Kenaikan 8 kasus kecelakaan lalu lintas tersebut, tercatat 347 kejadian yang mengakibatkan 63 orang mengalami luka berat. Sementara 467 mengalami luka ringan, dan korban meninggal dunia 55 jiwa. Sementara pada tahun 2016, ada 355 kejadian, korban luka berat 35 orang, sedangkan luka ringan 684 orang dan korban meninggal dunia 40 jiwa.

Ancene tugase Cak Bambang Haryo, yo ngawasi dan ngecek fungsi sesuai dengan UU 17. Apalagi evaluasi soal kinerja BUMN Jasa Raharja, juga dibarengi dengan selesainya evalusai data pasca perayaan natal dan tahun baru.

Cak Bambang Haryo juga mengapresiasi kinerja Jasa Raharja cabang Jatim yang sudah melakukan kinerja yang optimal dengan mengeluarkan 280 miliar sebagai santunan korban laka. Selain itu, Bambang Haryo meminta untuk tahun 2017 Jasa Raharja melakukan sosialisasi pada masyarakat agar kejadian laka bisa berkurang, dan tentunya juga melibatkan masyarakat dan regulator.

Selain itu, permasalahan yang berhubungan dengan insfastruktur, Bambang Haryo meminta Jasa Raharja untuk bersinergi dengan dinas – dinas terkait, untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan akibat insfatruktur yang kurang memadai.

Sementara itu, kepala cabang Jasa Raharja Jatim, Cak Isman Danial mengatakan bahwa santunan 280 miliar yang dikeluarkan selama tahun 2016, mengalami kenaikan 30 miliar dari tahun 2015, atau 13 persen. Kenaikan tersebut selain tinginya korban laka, juga diikuti biaya rumah sakit yang terus meningkat dan tak sebanding dengan premi yang dibayarkan.

Bambang Haryo menambahkan, tingginya biaya rumah sakit dan tak sebanding dengan premi yang dibayarkan, akan dilakukan evaluasi Komisi VI, untuk dilakukan peningkatan premi dari sebelumnya korban yang mendapatkan jaminan kecelakaan senilai 10 juta rupiah, menjadi 20 juta rupiah.

In this article

Join the Conversation