Suangar Rek..Jelang Tahun Baru, Polisi Gagalkan Peredaran 40 Kg Ganja Dan 4729 Pil Ekstacy

Surabayanews.co.id - Tahun baru gak mercon tok seng laris, narkoba juga laris manis. Lha buktine, Polrestabes Surabaya ngamanno 40 Kg ganja dan 4729 Pil Ekstacy. Bancaan temen...

157
157

Surabayanews.co.id – Tahun baru gak mercon tok seng laris, narkoba juga laris manis. Lha buktine, Polrestabes Surabaya ngamanno 40 Kg ganja dan 4729 Pil Ekstacy. Bancaan temen iki…

Upaya kepolisian untuk menekan peredaran narkotika di Surabaya tak main-main. Tebukti Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Surabaya berhasil mengamankan 40 kilogram narkotika jenis ganja, serta 4729 butir pil ekstacy serta 1,62 gram sabu sabu. Selain barang bukti tersebut, polisi juga mengamankan 4 kurir yang diduga bekerja untuk bandar besar yang saat ini mendekam di lapas. Polisi mensiyalir bahwa barang haram tersebut sengaja disuplai ke Surabaya untuk pesta malam tahun baru.

40 kilogram ganja ini diamankan dari dua kurir berinisal EA (32) warga jalan Sumberboto Kabupaten Jombong dan AD (22) tahun warga Catak Gayam Mojowarno Jombang. Sementara 4729 butir pil ekstacy, serta 1,62 gram sabu disita dari dua kurir yakni DK (21), warga jalan Kenjeran Surabaya dan AN (28), warga jalan Kedinding Surabaya.

Kombespol Mohammad Iqbal seng dadi Kapolrestabes Surabaya njelasno nek ganja yang dikemas dalam satu paket besar tersebut dikirim melalui jalur ekspedisi, dari bandar besar di Jakarta. Sementara untuk ribuan ekstacy, diamankan petugas melalui under cover buy.

Dari hasil pendalaman, polisi memastikan bahwa dua jenis narkotika itu disuplai dua bandar berbeda yang saat ini masih mendekam di dua lapas. Ganja diduga disuplai bandar yang berasal dari lapas Jakarta. Sementara ekstacy disuplai dari bandar yang berasal dari lapas Porong. Diduga, ketiga jenis narkoba tersebut sengaja di suplai masuk ke kota Surabaya, untuk kebutuhan jelang perayaan malam tahun baru.

Gawe mempertanggungjawabkan perbuatannya, keempat tersangka akan dijerat dengan undang-undang narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara dan maksimal hukuman mati.

In this article

Join the Conversation